Guru SMP YPWKS Dicokok Polisi

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Sabtu, 12 Januari 2019 - 12:28:01 WIB   |  dibaca: 539 kali
Guru SMP YPWKS Dicokok Polisi

HARUS HATI-HATI : Kediaman MIK di Perumahan Metro Cilegon Cluster Cendana, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, tampak lengang, kemarin.

CILEGON - MIK (38), guru SMP di Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) Kota Cilegon ditahan Polda Metro Jaya (PMJ) setelah menyebarkan hoax atau berita bohong soal tujuh kontainer surat suara tercoblos. MIK dipamerkan dalam konferensi pers yang digelar Polda Metro Jaya di Jakarta, kemarin.

MIK yang menggunakan rompi tahanan bernomor 02 dan hanya bisa tertunduk di hadapan awak media itu juga merupakan pendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. "Sesuai keterangan dia sebagai tim pendukung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Dikatakan Argo, yang bersangkutan membuat atau mem-posting status di akun Twitter-nya terkait hoax adanya tujuh kontainer surat suara secara sengaja, disertai foto tangkapan layar. "Dibuat sendiri oleh yang bersangkutan dengan maksud memberitahukan kepada para pendukung paslon 02 tentang informasi tersebut," tuturnya.

Setelah diperiksa penyidik, MIK mengaku tidak bisa membuktikan dari mana kabar itu didapat. "Kami tanya dari mana dia (dapat tangkapan layar adanya tujuh kontainer surat suara dari Tiongkok) tidak bisa membuktikan. Katanya dari FB, tapi FB mana dia tidak tahu," sebut Argo.

Sementara itu, Argo menjelaskan MIK tertangkap setelah PMJ melakukan patroli di media sosial. Pihaknya lalu menemukan akun Twitter @jeliejelie80 yang menulis status adanya tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos dengan mengaitkan akun Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar Simanjuntak.

Menemukan adanya akun itu, pihaknya lantas membuat laporan polisi tertanggal 4 Januari 2019 untuk melakukan penyelidikan. Beberapa saksi juga diperiksa hingga menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Pihaknya langsung mencari keberadaan pelaku. Awalnya MIK dideteksi berada di Majalengka. Namun dia berpindah tempat ke kediamannya di Cilegon. "Sehingga pada tanggal 6 Januari 2019 sekitar pukul 22.30 WIB tim akhirnya menangkap pelaku dan kemudian dibawa ke PMJ," jelas Argo.

Dalam tangkapan ini, pihaknya menyita barang bukti beserta handphone dari pelaku. Pelaku dikenakan Pasal 28 ayat 2 tentang ITE dengan pidana paling lama 6 tahun dan denda 1 miliar. Juga pasal tentnag penyebaran berita bohong dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun.

Dari hasil penelusuran Banten Raya, MIK tinggal di Perumahan Metro Cilegon Cluster Cendana, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Kemarin, rumahnya terlihat sepi. Di teras rumah MIK tampak terparkir sebuah mobil. Sebagian besar tetangga MIK tidak tahu jika MIK terlibat kasus tersebut dan ditangkap polisi.

Faishal Amin, salah satu tetangga MIK yang yang melihat proses penangkapan mengatakan bahwa MIK dijemput polisi Minggu (6/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat hendak melakukan penangkapan MIK, anggota dari Polda Metro Jaya juga sempat mendatangi Ketua RT setempat yaitu Yayat. “Saat malam yang lihat penangkapan, hanya beberapa orang saja. Pak RT juga ditunjuki surat-surat dari kepolisian untuk penangkapan dan penahanan MIK,” kata Faishal yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cilegon.

Faishal bersama beberapa tetangga juga sudah menjenguk MIK ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, MIK selama ini tidak terlihat memiliki afiliasi politik yang mencolok ke pihak manapun. Pribadi MIK juga dinilai baik dan suka bergaul dengan tetangga ketika ada kegiatan RT. “Setelah ada kejadian ini, kami juga imbau warga untuk lebih berhati-hati menyebarkan isu yang belum pasti kebenarannya di medsos,” kata Faishal yang juga Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Cluster Cendana.

Lebih lanjut Faishal mengatakan, MIK merupakan guru honorer di SMP YPWKS Cilegon, begitu juga dengan istri MIK. “Awalnya kita juga kaget kok tiba-tiba MIK ini didatangi polisi,” tuturnya.Di tempat lain, Wakil Kepala SMP YPWKS Zul Adli mengatakan, ada salah satu guru di SMP YPWKS yang ditahan polisi. “MIK sudah belasan tahun mengajar di sini,” tuturnya.
Zul sendiri juga mengaku sudah menjenguk MIK di Polda Metro Jaya.

Bahkan, Zul yang juga sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) SMP YPWKS juga  meminta penangguhan penahanan MIK. “Saya meminta penangguhan penahanan MIK karena saya melihat MIK juga korban. Penangguhan penahanan yang saya ajukan, saya juga siap menjadi jaminannya.

Itu agar tetap bisa mengajar dan tidak meninggalkan anak murid di sekolah,”  tuturnya.Kata Zul, MIK saat ini masih guru di SMP YPWKS dan pihaknya masih menunggu ketetapan hukum atas kasus MIK. “Saat ini MIK masih izin. Izin sejak awal pekan ini,” tutupnya. (jpg/gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook