Sehari, Pedagang Terima Enam Kupon Salaran

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 18 Januari 2019 - 11:49:35 WIB   |  dibaca: 315 kali
Sehari, Pedagang Terima Enam Kupon Salaran

PERLU PEMBENAHAN : Para pedagang mulai berjualan di Pasar Kendayakan Kecamatan Kragilan, Kamis (17/1).

SERANG – Pasar Kendayakan mulai hidup setelah Pemkab Serang merelokasi para pedagang dari Pasar Kragilan lama ke Pasar Kendayakan. Pasar yang sebelumnya buka sepekan dua kali itu sekarang menjadi pasar harian.

Aktivitas Pasar Kendayakan di Kecamatan Kragilan mulai ramai, para pedagang sudah memulai usahanya dan para pembeli mulai berdatangan untuk belanja kebutuhan rumah tangga mereka. Hampir 75 persen kios dan los sudah mulai ditempati oleh pemiliknya. Sedangkan juru parkir sibuk mengatur kendaraan yang keluar masuk ke pasar.

Seperti pada umumnya kehidupan di pasar, pagi itu, Kamis (17/1), para pedagang mulai sibuk menawarkan barang dagangannya, sementara para pembeli yang mayoritas ibu-ibu sibuk merayu para pedagang agar mendapatkan harga sesuai yang ditawarnya. “Lagi beli daging ayam buat dijual lagi,” kata Umiyati, salah seorang pembeli.

Bagi para pembeli, mendapatkan harga sesuai yang tawaran menjadi harapan tersendiri terlebih jika barang yang dibeli dalam jumlah banyak. Namun bagi para pedagang, tidak hanya memikirkan bagaimana barang dagangannya laris terjual tapi mereka harus membayar salaran walaupun lapak dan kios mereka baru dibuka. “Belum ada yang beli lagi. Padahal tukang salar sudah ribut minta salaran. Sehari menerima karcis salaran enam, satu karcis Rp2.000. Kalau di pasar yang dulu satu kercis Rp1.000. Pedagang di sini pada mengeluh,” kata Santawi, pedagang sayuran.

Santawi tidak menyebutkan nama orang yang menarik salaran, namun orang yang dimaksud salah satunya adalah orang yang sejak dulu menarik salaran di Pasar Kragilan lama. “Dari enam karcis itu ada juga yang dari mantri pasar, kalau yang dari mantri pasar mah mungkin resmi ya,” ujarnya.

Juran, pedagang lain menuturkan, Pasar Kendayakan mulai beroperasi kurang lebih enam minggu. Di awal-awal buka banyak pembeli yang datang untuk berbelanja, namun belakangan pembeli mulai berkurang karena beberapa pedagang pasar lama berjualan di jalan akses masuk Undar-Andir dan jembatan Warung Selikur.

“Kita pinginnya semua bekas pedagang lama digiring ke pasar baru ini biar lebih ramai, jadi semua pembeli datang ke sini. Sekarang pasar ini sudah tiap hari buka, terus kalau malam Kamis ada pasar malam juga,” tuturnya.(TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook