Museum Sepeda Nyalakan Semangat Bermimpi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 18 Januari 2019 - 11:59:31 WIB   |  dibaca: 276 kali
Museum Sepeda Nyalakan Semangat Bermimpi

SAKSI SEJARAH: Istri Fauna Sukma Prayoga di antara koleksi dan peninggalan yang pernah digunakanya selama keliling dunia di Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (17/1).

SERANG- Museum Sepeda di Kota Serang tidak hanya didirikan untuk menjaga koleksi pribadi pendirinya. Lebih dari itu, ia juga menjadi penyulut semangat bermimpi anak-anak dan pemuda-pemudi yang mengunjungi.

Fauna Sukma Prayoga, pendiri sekaligus pemilik Museum Sepeda mengatakan bahwa lingkungan anak dan pemuda terkadang tak mendukung mimpi dan cita-cita mereka. Bahkan banyak juga yang meredupkan api cita-cita dan mimpi itu. Peristiwa itu juga terjadi padanya saat ia mengatakan akan keliling dunia pada usia SMP.

Saat itu bahkan orang-orang di sekitarnya menganggap ia gila atau lebih tepatnya memiliki ide gila karena ingin keliling dunia. Sementara dalam benak banyak orang, butuh dana luar biasa banyak untuk bisa keliling dunia. Namun keraguan itu kemudian terbantahkan saat selama lima tahun Fauna keliling dunia dengan mengunjungi lima benua.

Hebatnya, ia keliling dunia menggunakan sepeda.Sampai saat ini sepeda yang dibawanya keliling dunia masih ada di Museum Sepeda yang terletak di Jalan Raya Pandeglang KM 5 Kampung Nancang Cilik, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Dengan adanya jejak itu, Fauna selalu memotivasi pengunjung yang datang agar memegang mimpi mereka dan sunggung-sungguh mewujudkannya. Dengan cara seperti itu semua hal yang dianggap oleh orang lain mustahil akan terwujud. Fauna mengatakan bahwa ia hanya ingin menularkan semangat jika mempunyai cita-cita setinggi langit, maka harus dikejar sampai dapat. Jangan putus asa dan jangan menyerah. Apalagi bila yang mengalaminya merupakan anggota Pramuka.

Sebab sebagai pandu mestinya Pramuka bisa berguna di mana saja dan bermanfaat bagi siapa saja. Persis seperti kelapa yang dijadikan lambang Pramuka."Jadi harus kreatif, inovatif, produktif. Harus tumbuh dan berguna di mana saja," katanya, Kamis (17/1).

Fauna mengungkapkan bahwa saat berangkat keliling dunia usianya masih 22 tahun. Ia ingat berangkat pada 14 Agustus 1985, yang merupakan hari jadi Pramuka ke-24. Dulu ia aktif di Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Serang.

Ia memulai perjalanan dari Serang ke Sumatera, Batam, lalu ke negara-negara di lima benua seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Birma, Bangladesh, India, Pakistan, Afganistan, Saudi Arabia, Mesir, Jordania, Siria, Turki, Bulgaria, Amerika, Jepang, Taiwan, dan Australia. Setelah lima tahun keliling ke lima benua ia pun pulang ke Indonesia pada tahun 1990 sesuai dengan target.“Tujuan ia keliling dunia adalah mempromosikan wisata Indonesia, khususnya Banten,” katanya.

Prayoga menuturkan, siapa saja yang memiliki mimpi bisa mewujudkan mimpi itu meski orang-orang di sekelilingnya tidak mempercayai. Ia pun menuliskan kata-kata mutiara yang dibuatnya sendiri yang setiap saat ia sampaikan kepada pengunjung, “ketika mimpiku dianggap gila, begitu tercapai terbukti aku tidak gila".Sukma, salah satu pengunjung Museum Sepeda mengatakan bahwa ia termotivasi mewujudkan cita-cita yang dimiliki setelah berkujung ke museum tersebut. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook