KAMMI Edukasi Warga Merak Soal Bencana

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 21 Januari 2019 - 11:17:25 WIB   |  dibaca: 230 kali
KAMMI Edukasi Warga Merak Soal Bencana

MENYIMAK SOSIALISASI : Sejumlah ibu-ibu warga Kelurahan Tamansari menyimak sosialisasi yang diberikan oleh mahasiswa, Tagana dan BPBD, Minggu (20/1).

CILEGON - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cilegon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Kota Cilegon memberikan edukasi mitigasi bencana, Minggu (20/1).

Mitigasi bencana diberikan kepada warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak sebagai wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami, sehingga warga bisa memiliki pengetahuan bencana, termasuk soal evakuasi.

Sekretaris KAMMI Kota Cilegon, Asryil Fajri menjelaskan, mitigasi bencana perlu terus disosialisasikan kepada warga. Dengan pengetahuan mitigasi, semakin meminimalisir jumlah korban jiwa yang terdampak tsunami jika terjadi, terlebih Warga Kelurahan Tamansari adalah warga yang dekat dengan pesisir Pantai Merak."Kami berikan edukasi kepada warga yang lokasinya berdekatan dengan pantai, sehingga mereka mengerti," jelasnya kepada wartawan, kemarin.

Asryil menyatakan, banyak warga yang masih belum paham tentang pengetahuan mitigasi, dan warga bingung harus bertindak apa ketika bencana datang. Hal tersebut menyebabkan banyaknya korban jiwa setiap kali bencana tsunami datang. Padahal, Indonesia merupakan wilayah dengan risiko bencana tsunami yang tinggi dan potensinya besar. "Minim pengetahuan, makanya kami bersama dengan BPBD dan Tagana mencoba memberikan sosialisasi. Harapannya mereka bisa paham," imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan Tagana Kota Cilegon, Hkulaizaman mengungkapkan, pengetahuan yang diberikan diantaranya soal jalur evakuasi dan apa yang harus dilakukan setelah adanya bencana. "Kami berikan pengetahuan, agar mereka bisa bertindak saat bencna terjadi, sehingga korban tidak menjadi banyak," ungkapnya.

Pada bagian lain, Kepala BPBD Kota Cilegon, Rasmi Widyani menyatakan, soal edukasi bencana bencana terus dilakukan untuk warga. Bahkan setiap kelurahan selalu dilakukan. Sekarang ini, BPBD Kota Cilegon dengan pemangku kebijakan lainnya seperti kepolisian, TNI, dinas dan industri, terus melakukan rapat, sehingga pasca bencana semua bisa memberikan peran.

Misalnya, kata Rasmi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang (DPUTR) Kota Cilegon memiliki 3 sampai 4 alat berat dan Kodim sebagai pimpinan mengerti harus melakukan apa saat bencana terjadi. "Rekonfigurasi terus dilakukan, sehingga semua bisa cepat tanggap saat bencana datang. Pasca bencana pemulihannya bisa lebih cepat," pungkasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook