Jalan Licin Picu Kecelakaan

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 21 Januari 2019 - 12:06:10 WIB   |  dibaca: 225 kali
Jalan Licin Picu Kecelakaan

LICIN: Mobil losbak rusak akibat menabrak pohon di pinggir jalan Cilayang, Kecamatan Curugbitung, Sabtu (19/1). Penyebab kecelakaan dipicu jalan licin.

RANGKASBITUNG- Mobil losbak dengan plat nomor B 9899 UAF yang dikemudikan Udin warga Kecamatan Maja, menabrak pohon besar di Jalan Cilayang, Kecamatan Curugbitung Sabtu (19/1) petang.

Di hari yang sama, empat pengendara yang berasal dari Curugbitung juga mengalami kecelaaan tunggal di jalan tersebut. Pemicu kecelakaan adalah jalan Cilayang yang licin akibat tertimbun tanah. Tanah tersebut berasal dari lokasi galian tanah yang tumpah oleh truk yang mengakutnya.

Anggota DPRD Lebak sekaligus tokoh masyarakat Kecamatan Curugbitung Acep Yahya membenarkan bahwa kecelakaan dipicu jalan Cilayang yang licin akibat tumpahan tanah yang terkena guyuran air hujan. Menurutnya, hal itu sebenarnya tidak harus terjadi apabila di Desa Cilayang tidak ada lokasi galian pasir.

“Kalau saja tidak ada lokasi galian pasir, maka tidak akan mungkin jalan di Cilayang yang menuju ke Kecamatan Maja akan dikotori tanah, sehingga saat diguyur hujan tanah tersebut mengakibatkan jalan licin serta mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” ujar Acep Yahya, kemarin.

Acep menjelaskan, agar tidak memakan korban luka maupun korban jiwa, pihaknya berharap aparat berwenang untuk segera memeriksa perizinan lokasi galian pasir. Apabila tidak memiliki izin resmi dari pemkab maka lokasi galian pasir tersebut harus segera ditutup.

"Untung aja lima korban yang mengalami kecelakaan hanya luka ringan. Coba kalo misalnya hingga meninggal dunia, maka siapa yang mau bertanggungjawab,” ujar Acep seraya mengaku sedang berupaya meredam amarah masyarakat Cilayang yang akan demo untuk mendesak pemkab agar segera menutup lokasi galian pasir tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak Dartim mengatakan bahwa lokasi galian pasir di Cilayang pernah ditutup awal 2018. Namun bila kini terdapat informasi telah beroperasi kembali, maka pihaknya secepatnya melakukan peninjauan ke lokasi.“Nanti kami cek dahulu, apakah benar lokasi penggalian pasir tersebut beroperasi kembali atau tidak,” kata Dartim.(hudaya)
 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook