Kabag Kas LKM Ciomas Dituntut 2,6 Tahun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 12:27:59 WIB   |  dibaca: 231 kali
Kabag Kas LKM Ciomas Dituntut 2,6 Tahun

TUNTUTAN: Ahmad Tamami selaku Kabag Kas LKM Ciomas (kemeja putih) selesai mendengarkan tuntutan JPU pada sidang di pengadilan Tipikor Serang, kemarin.

SERANG- Kepala Bagian (Kabag) PT Kas Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas, Kabupaten Serang Ahmad Tamami dituntut 2 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Serang dengan agenda pembacaan tuntutan, Senin (21/1). Diketahui, Ahmad Tamami merupakan terdakwa kasus pembobolan dana kas LKM Ciomas senilai Rp 1,8 miliar. LKM Ciomas merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Serang.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejari Serang Subardi, terdakwa Ahmad Tamami terbukti bersalah melanggar pasal 2 Jo pasal 18, dan pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diubah dan diperbaharui dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahmad Tamami berupa pidana penjara 2 tahun 6 bulan, dikurangi pemidanaan yang telah dijalani sebelumnya dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata Subardi disaksikan Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Efiyanto.

Selain pidana penjara, Ahmad Tamami juga diharuskan membayar denda Rp 50 juta atau subsider 3 bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 577.500.000. Apabila tidak dibayar, terdakwa akan mendapatkan tambahan penjara 1 tahun.

"Hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, perbuatannya telah merugikan kerugian negara Rp 1,8 miliar. Sedangkan yang meringankan yaitu terdakwa sudah berupaya mengembalikan kerugian negara Rp 49,5 juta," ungkapnya.

Dalam uraiannya, dana setoran nasabah ke PT LKM Ciomas digunakan oleh sejumlah pegawainya untuk kepentingan pribadi dengan nominal yang berbeda. Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin Rp 524 juta, staf bagian dana PT LKM Ciomas Ratu Bariyah Rp 166 juta, dan Ahmad Tamami Rp 954 juta.

Kasus korupsi itu terbongkar bermula dari banyaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan. Namun ketika dicek, uang setoran nasabah tidak ada. Agar terhindar dari penarikan uang dari nasabah, diadakan rapat yang dipimpin Boyke Febrian selaku Direktur PT LKM Ciomas.

Dalam rapat itu Boyke memerintahkan Ahmad Tamami agar menggunakan dana kas PT LKM Ciomas untuk menalangi uang yang digunakan Ahmad Tamami, Nazaraduin, dan Ratu Bariyah. Setelah ada kebocoran itu, Kantor Akuntansi Publik Asep Ramansyah Manshur melakukan audit. Berdasarkan hasil audit, terdapat selisih kas sebesar Rp 1,8 miliar.

Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa Ahmad Tamami yang diwakili kuasa hukumnya Shanty Wildaniyah akan melakukan pledoi atau nota pembelaan. "Kami mangajukan pledoi," kata Shanty. Selanjutnya, sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pledoi. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook