Isak Tangis Warnai Pemakaman Kuina

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 14:27:08 WIB   |  dibaca: 265 kali
Isak Tangis Warnai Pemakaman Kuina

DIIRINGI TANGIS : Kuina Latisa Ramadhani (1,5), balita korban pembunuhan oleh ibu kandungnya dibopong Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf menuju TPU Kampung Gebang, Senin (21/1) sore.

KOTA TANGERANG - Isak tangis menyelimuti pemakaman Kuina Latisa Ramadhani (1,5) yang tewas di tangan ibu kandungnya sendiri. Orang tua asuh korban jatuh pingsan saat jasad Kuina masuk liang lahat. Kuina dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (21/1) sore.

Proses pemakaman dihadiri Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf, ayah tiri korban Wage (50), dan warga serta kerabat korban. Bahkan kapolsek membopong sendiri jasad bayi itu ke tempat pemakaman.

Pantauan wartawan di lokasi pemakaman, pihak keluarga asuh Kuina nampak tidak kuasa menahan kesedihan saat jenazah balita dirawatnya sejak lahir itu masuk liang lahat. Bahkan, Mulyadi (50), ayah asuh korban terlihat jatuh pingsan di pemakaman. Mulyadi harus dibantu oleh warga dan keluarganya berjalan meninggalkan pemakaman sambil tertatih-tatih dan menangis. “Ya Allah, Astaghfirullah nak,” ucap Mulyadi berkali-kali sambil terisak-isak menatap Kuina tertumpuk tanah.

Kuina merupakan anak asuh Mulyadi. Balita malang itu dirawat Mulyadi sejak lahir secara suka rela. Pasalnya, saat itu ibu korban tengah kesulitan ekonomi. “Enam bulan lalu ibunya mengambil Kuina, alasannya karena neneknya mau melihat. Tapi nyatanya Kuina malah diperlukan tidak baik,” ujar Mulyadi kepada wartawan disela-sela pemakaman.

Tidak hanya Mulyadi, bibi korban, Roslina (25) yang merupakan adik pelaku juga terlihat jatuh pingsan. Roslina pun harus dibopong petugas keluar pemakaman. “Kenapa Ros (meyebut Rosita) bisa membunuhnya,” kata Roslina sebelum pingsan.

Diketahui, Kuina Latisa Ramadanidilaporkan tewas secara tidak wajar setelah di tubuhnya ditemukan sejumlah luka lebam. Polsek Jatiuwung yang melakukan penyelidikan akhirnya menetapkan ibu kandungnya, Rosita (28), sebagai tersangka.

Ibu muda itu telah mengakui perbuatan itu kepada polisi. Aksi penganiayaan dilakukan di rumah kontrakannya di Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang, Kecamatan Periok, Kota Tangerang. Perbuatan Ros akhirnya terkuak setelah pemilik kontrakan curiga dengan kondisi kesehatan balita malang. Ketika itu Kuina tergolek lemas di atas kasur dengan penuh luka lebam di wajah, punggung serta ketiak.

Rosita tega menganiaya darah dagingnya sendiri lantaran sakit hati dengan ayah korban yang meninggalkannya sejak melahirkan Kuina. Bahkan, Rosita sempat meniitipkan Kuina ke kerabatnya lantaran terhimpit persoalan ekonomi. Setelah kembali menikah dengan Wage, suami ketiganya, Rosita kemudian membawa Kuina untuk tinggal bersamanya. Ditambah perekonomian keluarga membaik setelah berdagang di rumah kontrakannya. Namun rupanya rasa sakit hati terhadap ayah korban ternyata belum hilang.

Rosita kerap tersulut emosi ketika melihat Kuina karena terbayang mantan suaminya. Akibatnya bogem mentah Rosita sering mendarat ke tubuh bocah malang tersebut. “Berdasarkan pemeriksaan pisikater, pelaku yang merupakan ibu kandung korban kondisi kejiwaannya normal atau kejiwaannya tidak terganggu,” singkat Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf kepada wartawan saat ditanya kembali kondisi kejiwaan pelaku di lokasi pemakaman. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook