Rp900 Juta untuk Bayar Sampah Cilowong

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31:28 WIB   |  dibaca: 284 kali
Rp900 Juta untuk Bayar Sampah Cilowong

BERPINDAH TANGAN : Sampah di Kecamatan Kramatwatu yang sempat tak terangkut saat Cilowong longsor, beberapa waktu lalu.

SERANG - Pemkab Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan anggaran Rp900 juga untuk biaya retribusi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan, anggaran tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp720 juta. "Kita kan membuang sampah ke Cilowong bayar ke Pemkot Serang. Ya sekitar segitu (Rp900 juta)," kata Budi kepada Banten Raya saat ditemui di lingkungan Sekretariat Daerah Pemkab Serang, kemarin.

Kenaikan pembayaran kepada Pemkot Serang sangat tergantung dari volume sampah. Semakin tinggi volume sampah yang dibuang, maka uang yang disetorkan akan semakin besar. Di tahun 2018 ini, DLH memprediksi volume sampah yang dibuang ke TPST Cilowong mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

"Misalnya kita menghitung dari penambahan armada saja. Kan ada tambahan tiga armada misalnya. Tinggal dikalikan saja total jumlah armada kita yang ada 46 unit dengan enam kubik per mobil. Segitu hitungannya. Sekitar 200-an kubik per hari," katanya.

Budi sendiri menyadari bahwa Kabupaten Serang tidak bisa terus menerus membuang sampah ke TPST Cilowong. Salah satunya berkaitan dengan usia tampung TPST Cilowong yang semakin sedikit. Apalagi kemudian ditambah terjadi kasus longsor yang menimbun dua warga, belum lama ini. Pembangunan TPST Bojong Menteng, di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, menjadi solusi atar hal tersebut.

"Kita waktu itu sudah ketemu kepala dinas perkim provinsi (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten Mohamad Yanuar). Kan itu tempat pembuangan sampahnya jadinya tempat pembuangan sampah regional. Jadi anggaran dari provinsi. Dan kemarin provinsi sudah menganggarkan untuk di tahun ini. Tinggal nanti diplotting mana dulu yang akan dibangun infrastrukturnya," kata mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang ini.

Pembebasan lahan di Bojong Menteng, kata Budi, sudah selesai dan tinggal pembayaran. Ada 1,8 hektar yang saat ini baru saja diukur dan dimatangkan. "Ada 40 hektaran di sana yang bisa digunakan. Ada sekitar 23 hektar tanah punya pemerintah, ada 17 hektar punya negara. Tapi masalahnya kan belum satu hamparan seluruhnya," katanya.

Budi meminta masyarakat setempat untuk tidak khawatir dengan dampak dari TPST Bojong Mentang. "Teknologi yang akan diterapkan di Bojong Menteng berbeda dengan di Cilowong. Di sana juga kan bukan lembah seperti Cilowong, tapi pesawahan. Jadi perlakuannya juga berbeda," tuturnya. (fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook