Tambak Bandeng Dikuasai Orang Luar Daerah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 14:32:55 WIB   |  dibaca: 244 kali
Tambak Bandeng Dikuasai Orang Luar Daerah

BERPINDAH TANGAN : Tambak bandeng yang ada di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Senin (21/1). Sebagian besar lahan tambak sudah milik orang luar Kabupaten Serang.

SERANG – Keberadaan tambak atau empang untuk budidaya ikan Bandeng di Desa Domas, Kecamatan Pontang seluas 600 hektar separuhnya telah dimiliki oleh orang luar daerah seperti Jakarta dan Tangerang. Pindahnya kepemilikan empang tersebut karena para pemilik empang terpaksa menjual empangnya setelah mereka tidak bisa membayar utang ke bank.

“Namanya orang lagi butuh pasti dijual empangnya. Habis nambak atau nanam udang, udangnya pada mati gara-gara kena limbah, akhirnya empang dijual untuk membayar utang ke bank, biaya untuk budidaya udang itu kan besar enggak kecil. Sementara modalnya dapat ngutang, mau gimana lagi” kata Ubaidillah, warga Desa Domas, Senin (21/1).

Ia menjelaskan, saat ini sebagian warga Domas yang masih budidaya ikan dan udang hanya sebagai buruh yang hasilnya dibagi tiga, untuk pemilih empang, untuk biaya kebutuhan budidaya, dan untuk pengelolaannya. “Dari 600 hektar empang di Domas, 50 persennya suah milik orang luar. Dulu orang terkaya di sana Haji Bahri punya 200 hektar sekarang habis terjual semua,” paparnya.

Anggota DPRD Kabupaten Serang yang mengaku memiliki empang seluas 32 hektar itu menuturkan, sebelumnya luas empang di Desa Domas 1.200 hektar, namun karena terkena abrasi hanya tersisa 600 hektar. “Kita berharap ada program untuk meminimalisir abrasi agar empang warga yang masih ada bisa terlindungi, karena kalau kalau terkena abrasi secara perlahan empang bisa hilang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan terjadinya penjualan empang yang dilakukan warga karena hal tersebut menyangkut kebutuhan pribadi. “Penjualan empang itu terjadi besar-besar pada tahun 2017 ketika ada isu Serang utara akan dijadikan wilayah industri, tapi sama pemda tetap dipertahankan menjadi kawasan minapolitan,” ujar Harjo.

Sedangkan terkait dengan upaya menahan laju abrasi, sudah ada program dari pemerintah pusat berupa pemasangan bambu di sepanjang pinggir pantai untuk menahan ombak. “Kalau yang kaitannya dengan pemerintah daerah kita mendorong para nelayan untuk menanam pohon mangrove karena pohon mangrove sangat efektif untuk menahan ombak,” katanya.(tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook