Terpidana Shelter Tsunami Kembalikan Rp4,6 Miliar

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 14:38:31 WIB   |  dibaca: 863 kali
Terpidana Shelter Tsunami Kembalikan Rp4,6 Miliar

UANG PENGGANTI : Kejari Serang menerima pelunasan uang pengganti dari Direktur PT Tidar Sejahtera Takwin Ali Muchtar Rp4,6 miliar, kemarin.

SERANG - Direktur PT Tidar Sejahtera Takwin Ali Muchtar yang merupakan terpidana kasus korupsi proyek pembangunan shelter tsunami di Kampung Masjid, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang tahun 2014 senilai Rp18 miliar mengembalikan uang sisa kerugian negara sebesar Rp4,687 miliar secara tunai ke kas negara melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Senin (21/1).

Kepala Kejari Serang Azhari mengatakan, pengembalian uang tersebut yang kedua kalinya dilakukan oleh Takwin. Sebelumnya, Takwin sudah mengembalikan Rp28,56 juta pada Agustus 2018. "Uang yang kita lihat sekarang merupakan sisa pelunasan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4.687.769.684,80. Sebelumnya Takwin sudah mengembalikan uang negara Rp 28,560 juta. Uang itu langsung kita disetorkan ke kas negara," kata Kajari Serang yang didampingi Kasi Pidana Khusus Kejari Serang Sulta Donna Sitohang di kantor Kejari Serang, Senin (21/1).

Kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Ahmad Gunawan, Project Manager PT Tidar Sejahtera Wiarso Joko Pranolo, dan Direktur PT Tidar Sejahtera Takwin Ali Muchtar sudah dinyatakan inkrah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Serang pada 25 Juni 2018.

Dalam putusan pengadilan itu, Ahmad Gunawan dipidana penjara 15 bulan, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti atau kerugian negara sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan. Gunawan telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada kejakwaan sehingga dibebaskan dari ancaman kurungan 6 bulan.

Kemudian Project Manager PT Tidar Sejahtera Wiarso Joko Pranolo dipidana penjara 15 bulan dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Wiarso tidak dijatuhi pidana berupa uang pengganti karena dianggap tidak menikmati kerugian negara.

Terakhir, Direktur PT Tidar Sejahtera Takwin Ali Muchtar divonis penjara 15 bulan kurungan dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, Takwin harus mengganti uang negara Rp 4,716 miliar subsider enam bulan penjara.

"Ketiganya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana," jelasnya.

Kasus korupsi ini diusut penyidik sejak 14 September 2015. Proyek yang dananya bersumber dari APBN tersebut dikelola oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Proyek Rp16 miliar lebih itu dimenangkan PT Tidar Sejahtera.

Kasus itu awalnya terungkap dari laporan dugaan pemerasan yang dilakukan tersangka kepada pelaksana proyek. Dia dituding meminta fee sebesar delapan persen dari real cost. Lantaran baru menerima fee Rp80 juta, tersangka diduga sengaja membuat mundur batas akhir pekerjaan.

Hingga akhir waktu batas pekerjaan, konsultan pengawas membuat laporan bahwa progres pekerjaan mencapai 98 persen, tetapi pekerjaan itu telah dibayarkan hampir seratus persen.
Berdasarkan pemeriksaan ahli, hasil pekerjaan proyek tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan spesifikasi. Bahkan hasil proyek tersebut tidak bisa digunakan sebagai bangunan penyelamat gempa dan tsunami sehingga dinyatakan gagal konstruksi. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook