Retribusi Parkir Banten Lama Ilegal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Januari 2019 - 14:45:00 WIB   |  dibaca: 409 kali
Retribusi Parkir Banten Lama Ilegal

MERESAHKAN : Kapolsek Kasemen AKP M Cuaib menunjukkan kertas parkir bodong di kawasan Banten Lama, kemarin. Masyarakat diminta melapor apabila menjadi korban dalam kasus tersebut.

SERANG - Polsek Kasemen menyita 10.500 lembar kertas parkir di kawasan Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (21/1). Penyitaan dilakukan, lantaran pungutan parkir terindikasi pungutan liar (pungli) karena tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah (pemda) atau ilegal.

Kapolsek Kasemen Kompol Muhammad Cuaib mengatakan, penyitaan 105 bundel kertas parkir di area Masjid Agung Banten Lama itu juga karena banyak pengunjung, khususnya peziarah yang resah mengenai tarif parkir yang cukup besar yaitu Rp5 ribu, atau melebihi batas aturan. "Pada hari Rabu (16/1) pagi kita mendapatkan laporan warga atas dugaan ancaman kekerasan menggunakan benda tajam karena tidak mau membayar parkir. Kemudian kami mendatangi rumah juru parkir itu dan kita temukan 105 bundel kertas parkir, 1 bundel berisi 100 lembar," katanya kepada Banten Raya, Senin (21/1).

Menurut Cuaib, juru parkir di kawasan Banten Lama menggunakan kertas parkir dan stempel yang dibuat sendiri, agar terlihat resmi. Padahal segala pendapatan dari hasil parkiran diambil seluruhnya untuk pendapatan pribadi. Jukir ini tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dari sektor perparkiran. "Tidak ada yang masuk retribusi daerah, semuanya masuk dalam kantong pribadi. Mereka mencetaknya sendiri dan dibuat stempel seakan-akan resmi padahal tidak. Kalau ditotal, semuanya ini senilai Rp 54 juta," ujarnya.

Lebih lanjut, Cuaib mengungkapkan, kepolisian sudah mengantongi indentitas pelaku yang diduga sebagai koordinator pungutan parkir berinisial RG. Namun pelaku tidak ditangkap lantaran tidak adanya laporan masyarakat yang menjadi korban parkir tersebut.

"Nanti kalau ada masyarakat yang merasa diperas, akan kita tuntut sesuai dengan hukum yang berlaku. Sekarang tidak kita proses secara hukum karena kita kesulitan, tidak ada warga yang melapor. Pelaku juga bisa dipidana pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ungkapnya.

Cuaib menegaskan, retribusi parkir telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pendapatan Daerah dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Untuk parkir roda dua (motor) hanya Rp 1.000. Sementara tarif parkir untuk roda empat (mobil) Rp 2.000. Bukan Rp5.000."Terduga pelaku mengklaim sudah memiliki kontrak dengan pelaksana proyek Revitalisasi kawasan Banten Lama (Pungutan retribusi parkir)," katanya.

Cuaib mengimbau masyarakat yang berkunjung ke kawasan Banten Lama agar tidak takut melapor ke polisi jika menemukan adanya paksaan untuk membayar biaya tertentu. Sebab menurutnya, perkara itu bisa bisa diproses secara hukum untuk membuat jera oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Laporkan saja ke kami, jangan takut. Sekarang kalau misalnya ada orang datang, terus dia ngasih uang, itu tidak bisa kami proses secara hukum. Walaupun orangnya ngedumel karena diminta bayaran tertentu, itu belum bisa menguatkan kami. Makanya, laporin saja," imbaunya.

Untuk saat ini, Cuaib menjelaskan, guna mengantisipasi adanya pungli parkir, pihaknya telah membentuk tim swakarsa dengan jumlah personil 10 orang dari warga setempat. Sehingga dapat mengantisipasi sedini mungkin praktik-praktik ilegal di kawasan Banten Lama."Pam Swakarsa ini, selain mengawasi mereka juga membantu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan Banten Lama," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Serang Ahmad Mujimi belum bisa memberikan komentar terkait parkir Banten Lama, karena ada keperluan acara keluarga.
"Maaf saya sedang tahlilan ortu (orang tua) saya, tadi siang meninggal dunia," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook