Kerap Telan Korban, Lubang Dimana-mana

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 28 Januari 2019 - 14:27:55 WIB   |  dibaca: 256 kali
Kerap Telan Korban, Lubang Dimana-mana

BERBAHAYA : Pengendara melewati Jalan Serang-Cilegon tepatnya di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu yang bergelombang dan membahayakan, Minggu (27/1).

SERANG - Jalan Raya Serang-Cilegon tidak pernah sepi dari pengguna jalan, mulai dari pengguna roda dua sampai dengan dump truk tronton dengan muatan yang overload. Namun hampir sebagian dari jalan itu rusak parah.

Jalur tengkorak, jalur maut. Sebutan itu diberikan untuk Jalan Raya Serang-Cilegon oleh masyarakat dan pengguna jalan. Sebutan itu tidak berlebihan karena di jalan nasional yang menghubungkan Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon itu sering sekali terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa, bahkan bisa dikatakan jarang sekali yang selamat.

Jalan yang melewati beberapa desa di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang itu mengalami kerusakan dimana-mana seperti bergelombang dan berlubang. Beberapa titik yang mengalami rusak parah di antaranya di depan pom bensin Toyomerto, depan perumahan Mata Raya, depan pom bensin Pelamunan, dan di depan perumahan Taman Asri.

Kondisi jalan yang rusak itu diperparah dengan banyaknya mobil dump truk tronton yang keluar dari Jalan Raya Bojonegara dan Jalan Lingkaran Selatan (JLS) yang melewati Jalan Raya Serang-Cilegon baik siang maupun malam hari. Kondisi jalan itu juga diperparah dengan dump truk yang keluar masuk di sekitaran Gunung Pinang untuk mengangkut tanah. “Harus hati-hati melewati jalan ini (Serang-Cilegon-red) apalagi kalau malam hari karena banyak yang berlubang. Sering sekali terjadi kecelakaan sampai korbannya meninggal,” kata Rohmadi, salah seorang pedagang asongan yang ditemui di depan Alun-alun Kramatwatu, Minggu (27/1).

Saat musim hujan, sebagian jalan itu berubah warna menjadi merah kecoklatan terutama di depan perumahan CitraGarden BMW karena banyak tanah liat yang jatuh dari mobil dump truk sehingga menyebabkan jalan menjadi licin.

Sayangnya, kondisi jalan nasional itu kurang mendapat perhatian meski sudah banyak pengendara yang menjadi korban. “Risi lewat jalan sini mah, harus konsentrasi penuh karena harus berebut jalan dengan mobil besar, terus jalannya banyak yang rusak. Seharusnya mah jalannya diperbaiki dan mobil besarnya disuruh lewat tol saja atau bisa lewat pada malam hari,” ujar Khaerullah, salah seorang pengguna jalan yang mengaku warga Kasemen, Kota Serang itu. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook