Sport Center Butuh Rp100 Miliar Lagi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 28 Januari 2019 - 14:36:10 WIB   |  dibaca: 524 kali
Sport Center Butuh Rp100 Miliar Lagi

BELUM TUNTAS: Sport Center Cilegon yang berada di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Minggu (27/1).

CILEGON - Pemkot Cilegon membutuhkan dana sedikitnya Rp100 miliar untuk merampungkan pembangunan proyek pusat olahraga atau sport center yang ada di Lingkungan Seruni, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cilegon Teten Hertiaman mengatakan bahwa tahun ini kebutuhan dana Rp100 miliar baru tertutupi Rp35 miliar. “Tahun ini pembangunan finishing tribun utara, timur, selatan, lintasan atletik, dan finishing ruang-ruang di bawah tribun stadion,” kata Teten Minggu (27/1).

“Nanti kekurangan pembangunannya di tahun berikutnya sekitar Rp 65 miliar, itu diperuntukan pengadaan kursi di tribun VIP (very important person), pembebasan lahan parkir untuk sport center sekitar tiga hektar, dan fasilitas lainnya seperti lampu lapangan agar bisa digunakan olahraga saat malam hari,” sambungnya.

Saat ini, kata Teten, lapangan sepakbola juga sudah digunakan masyarakat lantaran sedang tidak ada proyek. Bahkan, lapangan sepakbola harus dipakai agar kontur tanah menjadi padat. “Saat ini lapangan sudah mulai digunakan warga sekitar nanti Maret rencana kami tutup lagi kalau memang proyek lintasan atletik sudah mulai. Lintasan atletik sendiri akan menggunakan karet sintetis standar olimpiade,” ujarnya.

Menurut Teten, pihaknya berharap kembali mendapat kucuran dana sebesar Rp65 miliar untuk lanjutan pembangunan di tahun 2020. "Tahun ini sport center anggarannya berasal dari  Cilegon saja. Sebelumnya, mendapat bantuan dari APBD Provinsi Banten. Jadi kemungkinan pembangunan akan tuntas sebelum RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2016-2021 selesai,” ujarnya.

Ditambahkan Teten, sport center yang di dalamnya terdapat stadion berkapasitasn 20.000 penonton tersebut nantinya akan digunakan hanya untuk kegiatan olahraga saja. Sementara kegiatan lain seperti konser musik hanya diperbolehkan di area parkir saja.“Sebab, kalau stadion atau lapangan olahraga tidak digunakan untuk olahraga bisa merusak fasilitas seperti lintasan lari yang akan terbuat dari sintetis dan rumput juga akan rusak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Teten mengatakan, selain fasilitas olahraga sepakbola dan atletik, di sport center juga akan tersedia ruang di bawah tribun yang diperuntukkan untuk perkantoran pengurus cabang (pengcab) olahraga. Sehingga, kantor pengcab berbagai macama olahraga bisa terpusat. “Pengcab bisa sewa dengan harga yang lebih murah daripada di tempat lain, karena harga sewa nantinya untuk perawatan dan fasilitas seperti listrik dan lainnya,” tutupnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sport Center Retno Anggraini mengatakan, tahun ini pembangunan sport center akan kembali berlanjut. “Saat ini kami sedang persiapan lelang untuk proyek tersebut,” kata Retno.

Retno menambahkan, untuk sport center tersebut sampai saat ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 150 miliar. Sekitar Rp 60 miliar merupakan bantuan dari APBD Provinsi Banten. "Kami target tahun ini bisa selesai dan tahun depan bisa diresmikan dan digunakan untuk berbagai pertandingan olahraga sepakbola maupun atletik, meski belum tuntas semuanya," ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook