Jam Mengajar Kepsek Dihilangkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 29 Januari 2019 - 12:16:47 WIB   |  dibaca: 350 kali
Jam Mengajar Kepsek Dihilangkan

PEMBINAAN : Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali memberikan arahan kepada ratusan kepala sekolah di salah satu hotel, Senin (28/1).

CILEGON – Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Cilegon tidak lagi mendapatkan jatah jam mengajar di sekolah. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan kepsek bisa lebih maksimal dalam mengelola manajemen dan memaksimalkan program-program pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali menyatakan, kebijakan yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut harus mampu dimaksimalkan oleh kepsek, sehingga kualitas dan mutu pendidikan di sekolahnya bisa semakin meningkat.

“Sekarang ini kepala sekolah bisa lebih fokus mengatur berbagai kegiatan sekolah. Sebab, ada kebijakan kepala sekolah yang tadinya harus 6 jam mengajar dihilangkan,” katanya kepada Banten Raya saat melakukan pembinaan disalah satu hotel, Senin (28/1).

Muhtar menjelaskan, tugas yang harus dimaksimalkan kepsek diantaranya adalah mengurus sumber daya daru guru, kepegawian dan termasuk dalam pengelolaan laporan dana BOS, sehingga semua bisa berjalan maksimal, terutama ketepatan waktu dan jenis pengeluaran sesuai aturan. “Kami terus maksimalkan soal pelaporannya, sehingga terus dilakukan pembinaan, terutama kepada kepala sekolah yang harus terus memantaunya,” jelasnya.

Satu lagi yang tidak kalah penting, kata Muhatar, adalah mendorong terwujudnya berbagai prestasi di sekolahnya. Sebab, salah satu ukuran mutu adalah dengan prestasi yang diraih oleh sekolah maupun siswanya. Bukan hanya prestasi lokal, bahkan sampai internasional juga harus bisa diraih. “Kami harap ini juga menjadi perhatian bersama seluruh kepala sekolah, prestasi sangat penting juga, sehingga mutu sekolah bisa lebih meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dindik Kota Cilegon, Suhanda mengungkapkan, ada 150 kepala sekolah dasar (SD) dan 11 kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri se-Kota Cilegon yang mendapatkan pembinaan.

Diharapkan, dengan pembinaan mutu dan kualitas pendidikan bisa menjadi lebih baik. “Kami harap pembinaan ini mampu membangun motivasi kepala sekolah untuk menerapkan manajemen yang baik, sehingga sekolah bisa bermutu dan lebih berkualitas,” ungkapnya. (uri)  

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook