Dua Tersangka Korupsi Bapelkes KS Ditahan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 06 Februari 2019 - 12:05:24 WIB   |  dibaca: 488 kali
Dua Tersangka Korupsi Bapelkes KS Ditahan

MASUK PENJARA : Dua tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana Prokespen karyawan PT Krakatau Steel pada Yayasan Bapelkes KS tahun 2013-2014 senilai Rp245 miliar, resmi ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin (4/2).

SERANG - Dua tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana Program Kesehatan Pensiun (Prokespen) karyawan PT Krakatau Steel pada Yayasan Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) KS tahun 2013 hingga 2014, senilai Rp245 miliar, Manager Investasi Bapelkes KS Triono dan Ketua Pengurus Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo resmi di tahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin (4/2) kemarin.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Banten Holil Hadi mengatakan tahap 2 atau penyerahan barang bukti dan kedua tersangka oleh Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten dilakukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Keduanya kemudian ditahan di Rumah Tahanan Klas IIB Serang."Sudah dilakukan penahanan kemarin (Triono dan Herman Husodo)," katanya kepada Banten Raya melalui sambungan teleponya, Selasa (5/2).

Menurut Holil, dalam kasus itu Ketua Pengurus Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo dan Manager Investasi Triyono pada tahun 2013-2014 telah menggunakan dana prokespen PT KS dengan cara membuat kerjasama operasional (KSO) dengan PT Novagro Indonesia sebesar Rp208 miliar untuk perdagangan batu bara, serta KSO dengan PT Lintasan Global Nusantra untuk pembelian kapal MV Nagil Batar Rp 37 miliar.

"Namun perjanjian KSO bertentangan dengan ketentuan yang tercantum dalam SK Pembina Yayasan Bapelkes KS tentang arahan investasi, atas kejadian tersebut telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp93 miliar," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Holil menambahkan kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 dan atau Pasal 12 hurup b dan atau Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana."Penahan tersangka untuk mempercepat proses penyusunan dakwaan," tambahnya.

Dalam kasus yang di tangani Polda Banten tersebut, ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka, yaitu Manajer Investasi, Triyono, Ketua Bapelkes KS 2012-2014, Herman Husodo, Direktur PT Novagro Indonesia, Ryan Antony, dan Direktur PT Berkah Manis Makmur (BMM), Andigo.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Serang telah memvonis perkara kerja sama operasi (KSO) Yayasan Bapelkes Krakatau Steel juga telah memvonis Dirut PT Novagro Indonesia dan PT Lintas Global Nusantara Ryan Anthoni divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan. Ryan divonis bersalah karena terbukti melakukan korupsi.

Selain itu, Ryan dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 64 miliar. Apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook