Jalur Evakuasi Bencana Didesain Ulang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 06 Februari 2019 - 12:41:36 WIB   |  dibaca: 419 kali
Jalur Evakuasi Bencana Didesain Ulang

EVALUASI : Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menggelar rapat pasca terjadinya bencana tsunami di kantor BPBD Kabupaten Serang, belum lama ini.

SERANG – Pasca terjadinya tsunami di Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka akhir tahun lalu, Pemkab Serang tidak hanya merelokasi warung-warung yang ada di bibir pantai ke seberang pantai, namun juga mendesain ulang jalur dan titik evakuasi bencana yang ada di kawasan pariwisata Anyer-Cinangka. Pasalnya, jalur evakuasi yang ada masih sedikit dan titiknya terlalu jauh.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Hanafiah mengatakan, pemetaan dilakukan DPUPR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. “Pengaturan untuk rencana tata ruangnya lebih mengatur lagi terkait dengan jalur dan titik evakuasi. Jadi harus dibuat zona amannya dimana saja, jalur evakuasinya dimana saja. Kalau tata ruang di sana (Anyer-Cinangka-red) tetap untuk pariwisata,” kata Hanafiah, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, seusai arahan dari Bupati Serang Rt Tatu Chasanah dan wakilnya Pandji Tirtayasa, jalur evakuasi diperbanyak lagi dan titik evakuasinya tidak terlalu jauh seperti yang ada saat ini. “Jadi jalur-jalur evakuasi harus terlihat jelas dari jalan nasional, sehingga para wisatawan tahu kemana mereka harus lari kalau terjadi bencana,” ujarnya.

Hanafiah mengungkapkan, titik lokasi evakuasi yang ada saat ini mencapai 3 kilometer lebih dari yang seharusnya 1,5 sampai 2 kilometer. “Jalur evakuasi mana saja yang perlu diperbaiki, di lokasi mana yang perlu dibuatkan. Jadi kita desain lagi jalur evakuasinya. Proses itu yang kita masukan ke dalam rencana tata ruang,” paparnya.

Selain itu, semua jalur evakuasi bencana harus terpasang rambu-rambu sehingga ketika warga dan para wisatawan menyelamatkan diri, berada di jalur yang tepat. “Jalur evakuasi yang ingin kita buat bukan hanya untuk jalan kaki saja tapi ada juga yang khusus buat kendaraan. Kemudian posko bantuan ditetapkan di atas, tidak boleh ada lagi posko bantaun dekat dengan pantai,” katanya.

Terpisah, Koordinator Pusar Pengendali Operasi (Pusdalop) BPBD Kabupaten Serang Jhony E. Wangga mengatakan, jalur evakuasi yang sudah ada cukup banyak baik yang dibangun oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. “Benar, pada Januari lalu dari tata ruang sudah rapat dengan kita, untuk jalur evakuasi akan dilakukan penguatan dan pemetaan yang lebih baik lagi. Kalau jumlah alurnya banyak tapi datanya lupa berapa-berapanya,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook