Aparat dan Pendukung Paslon Bentrok

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 07 Februari 2019 - 11:34:29 WIB   |  dibaca: 238 kali
Aparat dan Pendukung Paslon Bentrok

RICUH : Aparat gabungan TNI Polri berusaha menangani kericuhan aksi unjuk rasa masyarakat yang kecewa hasil pemilu dalam kegiatan simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Alun-alun Pandeglang, Rabu (6/2).

PANDEGLANG – Di Alun-alun Pandeglang digelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 oleh personel gabungan TNI dan Polri, Rabu (6/2). Sekitar 60 personel dari Polres Pandeglang dan 200 prajurit TNI terlibat dalam simulasi pengamanan tersebut.

Diceritakan dalam simulasi, pelaksanaan Pemilu 2019 di Pandeglang berlangsung tidak kondusif. Sekitar ratusan massa yang berasal dari pendukung salah satu pasangan calon (paslon) terlibat baku hantam dengan petugas gabungan TNI dan Polri. Hal itu terjadi karena massa tidak puas dengan hasil pemilu.

Sebab, hasil pemungutan suara yang diduga terjadi kecurangan. Situasi yang tidak terkendali itu pun memaksa polisi mengerahkan mobil water canon. Dalam hitungan kurang dari satu jam, kericuhan dapat diredam oleh aparat kepolisian maupun TNI.

Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Andi Suwandi mengatakan, simulasi ini digelar sebagai langkah antisipasi terhadap kerusahan yang mungkin saja terjadi selama tahapan pemilu. "Dalam kegiatan tadi, simulasi gabungan TNI dan Polri untuk memberitahu kepada khalayak mana kala dalam pelaksanaan nanti ada salah satu paslon tidak puas dengan keputusan KPU. Lalu mengajak massa lain untuk memprotes hasil pemilu. intinya tadi kami meminta bantuan dari TNI untuk menyelesaikan masalah atau perkara pemilu," tegasnya.

Simulasi itu juga, kata Andi, semakin memantapkan sinergitas TNI Polri dalam mengamankan pemilu. Andi pun yakin bahwa tahapan pemilu akan berjalan tertib. Apalagi dia menilai kini masyarakat Pandeglang sudah lebih cerdas dalam memfilter informasi dan menghindari tindakan yang tidak pantas.

"Alhamdulillah kami sudah mempersiapkan sedemikian rupa untuk menangkal hal-hal demikian, dari yang kecil hingga besar. Kami sudah antisipasi agar tidak terjadi. Kami pun yakin pelaksanaan pemilu berlangsung tertib karena saat ini masyarakat sudah cerdas," jelasnya.

Sementara itu, Kasdim 0601 Pandeglang, Mayor Armed Suherman menambahkan, simulasi pemilu tersebut sebagai bentuk sinergitas antar kedua lembaga dalam menghadapi pengamanan pemilu.

"Kami latihan ini ingin memberikan sinergitas yang disepakati oleh Panglima dan Kapolri tentang penanganan kerusuhan massa. Tadi juga kami berpedoman dari Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa," tegasnya.

Adapun dalam membantu jajaran Polri, Kodim 0601 Pandeglang akan menyiagakan sekitar 200 prajuritnya untuk membantu Polri mengamankan pemilu. "Total personel secara keseluruhan dari TNI Polri dan instansi lain ada 800 orang," terangnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook