Masuk SMP Harus Berijazah Diniyah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 07 Februari 2019 - 12:12:42 WIB   |  dibaca: 321 kali
Masuk SMP Harus Berijazah Diniyah

TINGGAL DITERAPKAN : Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin menandatangani berita acara persetujuan perda, Rabu (6/2).

SERANG – DPRD Kabupaten Serang menggelar rapat paripurna dengan agenda persetujuan penetapan tiga macam rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi peraturan daerah (perda) Kabupaten Serang. Tiga macam raperda dimaksud, yakni raperda tentang pengelolaan persampahan, raperda tentang madrasah diniyah takmiliyah jenjang ula sebagai pelengkap pendidikan dasar formal.

Kemudian raperda tentang perubahan Perda Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Serang. “Penyelenggaraan pendidikan sebagai amanah konstitusi bukan hanya menajdi tugas pemerintah pusat melainkan juga menjadi kewajiban pemerintah daerah (pemda),” kata Fajar Kharisma, juru bicara raperda tetang penyelenggaran pendidikan, Rabu (6/1).

Ia menjelaskan, raperda penyelenggaran pendidikan dimaksudkan untuk memberikan pedoman dan arahan kebijakan bagi pemda. “Sebagaimana kita ketahui bahwa misi yang tercantum dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) adalah peningkatan pendidikan dalam rangka pencapaian IPM (indeks pembangunan manusia),” ujar politisi PPP itu.

Juru bicara raperda tentang pengelolaan persampahan Tati Sumiyati mengatakan, pengelolaan persampahan dan pengelolaan kebersihan menjadi fokus Pemkab Serang dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. “Bagi masyarakat yang berkualitas diperlukan adanya tanggungjawab dan peran serta dari semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan kebersihan,” kata Tati.

Dalam perda itu disebutkan, Pemkab Serang diberi amanat untuk membentuk unit pelaksana teknis (UPT) di empat wilayah, yaitu Serang timur, Serang selatan, Serang utara, dan Serang barat. “Penyusunan raperda ini bertujuan untuk mewujudkan dan memelihara lingkungan yang sehat dan bersih dari kotoran, termasuk debu, sampah, dan bau,” tuturnya.

Politisi Demokrat itu menuturkan, pengelolaan persampahan dan pengelolaan kebersihan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemkab Serang dengan masyarakat serta para pelaku usaha. “Untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup yang bersih dan meningkatkan peran serta masyarakat dan pelaku usaha diperlukan pemahaman yang berwawasan lingkungan,” katanya.

Sedangkan terkait dengan raperda tentang madrasah diniyah takmiliyah jenjang ula sebagai pelengkap pendidikan dasar formal, juru bicara raperda Iif Miftahulkhoiry mengatakan, raperda dibuat dalam rangka untuk meneguhkan pendidikan diniyah non formal berdasarkan peraturan menteri agama. “Jadi ada penyesuaian perda madrasah diniyah takmiliah. Untuk jenjang sekolah dasar disebutnya jenjang ula,” katanya.

Menanggapi penetapan tiga macam raperda menjadi perda itu, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, berkaitan dengan pengelolaan persampahan menjadi hal yang sangat urgen. “Mudah-mudahan perda ini bisa memperkuat lagi, karena kan ke depannya terkait juga dengan anggaran. Kalau kita tidak serius menangani sampah ini akan menjadi persoalan yang besar,” ujar bupati.

Agar tidak terjadi tumpang tindih antara pengelolaan sampah oleh kecamatan dengan UPT pengelolaan persampahan yang direkomendasikan, Tatu menuturkan, secara teknis hal tersebut akan dibicarakan oleh Pemkab Serang. “Melalui perda ini semua orang tidak boleh membuang sampah sembarangan. Karena masyarakat masih membuang sampah sembarangan seperti melempar di pinggir jalan dan tempat-tempat wisata,” katanya.

Terkait dengan raperda tentang madrasah diniyah takmiliyah jenjang ula sebagai pelengkap pendidikan dasar formal, lanjut Tatu, Pemkab Serang tidak hanya fokus pada pendidikan formal saja namun juga memiliki tanggungjawab terhadap pendidikan keagamaan meski hal itu menjadi tugas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang. 

“Dengan perda ini harusnya yang kemarin-kemarin perda diniyah tidak bisa berjalan dengan baik, ke depan harus bisa diimplementasikan supaya anak-anak yang masuk ke SMP bisa menunjukan ijazah diniyahnya. Perda ini untuk memperkuat akidah dan keagamaan anak-anak,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook