Sebulan, 182 WNA Ilegal Diamankan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 07 Februari 2019 - 12:21:09 WIB   |  dibaca: 324 kali
Sebulan, 182 WNA Ilegal Diamankan

MAKIN DIPERKETAT : Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta Tarmin Satiawan menghadirkan sejumlah WNA saat jumpa pers di kantornya, Rabu (6/2).

KOTA TANGERANG - Imigrasi Klas I Khusus TPI Soekarno-Hatta  (Soetta) mengamankan sebanyak 182 warga negara asing (WNA) ilegal yang mencoba masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama Januari hingga Februari 2019.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta Tarmin Satiawan mengatakan alasan penolakan terhadap WNA tersebut bermacam-macam. "Ada banyak faktor terjadinya penolakan. Mulai dari masuk daftar penangkalan, memakai dokumen keimigrasian palsu, dan tidak punya tujuan jelas ke Indonesia," kata Tarmin kepada wartawan saat jumpa pers di halaman Kantor Imigrasi TPI Bandara Soetta, kemarin.

Tamrin menjelaskan, WNA asal India, menjadi yang terbanyak ditolak masuk ke Indonesia. Jumlahnya mencapai 33 orang, disusul 28 WNA Bangladesh. "Setelah dilakukan tindakan administrasi keimigrasian, sebanyak 47 WNA terpaksa dideportasi dari Indonesia. Sebanyak 16 orang berasal dari India, dan enam orang lainnya dari Irak," jelasnya.

Selain tindakan administrasi keimigrasian (TAK), dua orang WNA lainnya sudah menjalani sidang projustitia. "Masih di periode yang sama, jumlah WNA yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta sebanyak 237.965 orang. WNA yang keluar sebanyak 238.995 orang. Untuk WNI yang masuk di periode 4 Januari hingga 4 Februari 2019, ada sebanyak 476.938 orang," paparnya.

Kabid Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta Abrian Situmorang menambahkan, ratusan WNA yang ditolak masuk banyak yang pencari suaka politik. "Jadi, rata-rata mereka transit ke Indonesia, untuk pergi ke Eropa. Karena di Eropa itu sangat menghargai kehidupan. Jadi mereka ingin mencari kehidupan yang lebih layak, karena negaranya sedang konflik," jelasnya.

Sebelum ke Indonesia, mereka juga sempat transit ke Malaysia. Namun, ditolak oleh Malaysia. Hingga akhirnya, mereka masuk ke Indonesia, untuk terus pergi ke Eropa."Negara pertama itu terbanyak dari India, kemudian Irak, Malta, Yaman, Sri Lanka, dan Bangladesh. Tujuan utamanya itu bukan ke Indonesia, tapi Eropa. Mereka hanya transit saja di Indonesia," sambung Abrian lagi

Dilanjutkan dia, penolakan itu terpaksa dilakukan karena jika WNA itu berhasil ke negara tujuan, dan ketahuan, maka mereka akan dipulangkan kembali ke Indonesia. "Dalam satu bulan terakhir, ada 47 orang WNA yang sudah kami deportasi. Mereka kita kembalikan ke negara asalnya. Itu tindakan keimigrasian selama 4 Januari sampai 4 Februari 2019," ungkap Abrian.

Pada periode yang sama, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta juga telah berhasil menerbitkan 2.852 buku parpor sebanyak 48 halaman secara online/offline. "Khusus pelayanan WNA, kami juga telah menerbitkan perpanjangan Ijin Tinggal Kunjungan (ITK) untuk 240 WNA dan ITK baru 40 WNA. Sedang ITAS baru 25 dan perpanjangan ITAS 7 orang," katanya. (mg-imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook