Daya Listrik Sering Turun, Panlok MTQ Waswas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 11:32:38 WIB   |  dibaca: 119 kali
Daya Listrik Sering Turun, Panlok MTQ Waswas

BUTUH GARDU LISTRIK : Sejumlah pelajar melintas di depan gardu listrik di Lingkungan Kubang Welingi, Kamis (7/2).

CILEGON – Camat Purwakarta, Balukia Ikbal mengaku waswas dengan pasokan listrik pada acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVIII nanti, pasalnya listrik di kantor kecamatan  dan sekitar lingkungan Kubang Welingi itu sering mengalami penurunan daya. “Sebentar lagi akan ada MTQ, panggung utama ada di wilayah ini (halaman kantor camat_red). Semoga saja hal ini tidak akan menghambat jalannya acara, terutama saat lomba,” kata Balukia kepada Banten Raya, Kamis (7/2).

Acara MTQ XVIII yang akan berlangsung di Kecamatan Purwakarta digelar mulai 11 hingga 14 Februari 2019.Balukia juga mengungkapkan, kondisi penurunan daya dan pemadaman listrik sudah sering terjadi di kantor kecamatan yang letaknya berada di Lingkungan Kubang Welingi. Akibatnya, kata Balukia, kondisi kerja dan pelayanan kerap terganggu karena penurunan daya tersebut.

Pihaknya, kata Balukia, sudah bersurat dan mendatangi langsung PLN untuk memberikan penambahan gardu. Bahkan, pemerintah kecamatan telah menyiapkan tanah untuk lokasi pemasangan gardu. “Sudah beberapa kali, ini tahun kedua kami mengajukan lagi. Kami harap persoalan ini bisa secepatnya mendapatkan respon positif dari PLN,” terangnya.
Kondisi penurunan daya dan pemadaman listrik juga dikeluhkan warga.

Ketua RW Lingkungan Kubang Welingi, Hasyim Asari menyatakan, hampir setiap hari terjadi penurunan daya, bahkan setiap sebulan dua kali listrik pasti padam.Hasyim menuturkan, kondisi tersebut sudah hampir satu tahun. Penyebab utama seringnya penurunan daya tersebut karena hanya ada satu travo yang mengaliri ratusan rumah di dua kampung. “Karena semakin banyak maka daya menurun. Setiap harinya pasti penurunan daya terjadi, hal itu tentu sangat mengganggu,” katanya.

Hasyim menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kelurahan, kecamatan bahkan sampai ke PLN untuk bisa membuat gardu baru. Namun, sampai sekarang tidak pernah ada realisasi. “Sudah kami sampaikan, janjinya akan ada penambahan gardu, tapi sampai saat ini tidak ada,” jelasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook