Kelurahan Bendungan Dorong Warga Gunakan Tas Dawuk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 11:34:25 WIB   |  dibaca: 166 kali
Kelurahan Bendungan Dorong Warga Gunakan Tas Dawuk

PAMER TAS ANYAMAN : Lurah Bendungan, Maman Herman (dua dari kanan) menggunakan tas anyaman saat mengunjungi salah satu UMKM kelurahannya, kemarin.

CILEGON – Untuk bisa mengurangi volume sampah di Kota Cilegon, Pemerintah Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon mendorong pegawai dan warganya menggunakan Dawuk atau tas anyaman dari pandan saat berbelanja.

Lurah Bendungan, Maman Herman menyatakan, pihaknya telah menganjurkan kepada pegawai secara khusus dan warga secara umum untuk memakai tas anyaman pandan, baik saat belanja di pasar tradisional maupun pasar modern.

Selain mengenalkan tas khas Banten itu, juga agar lebih ramah lingkungan. “Kami sudah imbau kepada pegawai, jika berbelanja memakai tas anyaman, harapannya untuk bisa mengurangi sampah plastik yang membutuhkan waktu lama bisa terurai,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (7/2).

Maman juga mengaku, pegawainya juga dianjurkan membawa gelas sendiri dari rumah. Hal itu untuk mengurangi konsusmsi minuman kemasan plastik di kantor kelurahan. “Untuk tamu saja masih disediakan, namun untuk pegawai harus membawa dari rumah masing-masing tempat minumnya,” paparnya didampingi Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Umum, Nurul Hadiyati.

Kedepannya, kata Maman, pihak kelurahan juga akan mendorong para perajin untuk bisa memproduksi tas anyaman tersebut. Selain menjaga tradisi dan produk anyaman, juga bisa menumbuhkan perekonomian warga.

Banyak produk dari anyaman selain tas Dawuk, seperti kipas tangan, tas, dan tikar. “Kita mengetahui jika sekarang ini sudah mulai berkurang (Produksi hasil anyaman_red). Dulunya di sini (Lingkungan Palas-red) banyak perajin anyaman, sekarang sudah tidak ada lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurul Hadiyati menyatakan, tidak mudah mengubah prilaku orang yang biasa berbelanja menggunakan kantong plastik. Dengan kampanye yang secara berkala dilakukan, diharapkan warga bisa menyadari pentingnya mengurangi sampah plastik. “Menjadi tantangan sendiri tentunya untuk terus berkampanye mengurangi sampah plastik. Namun, dengan kondisi sekarang hal itu harus dilakukan,” ungkapnya.

Nurul menjelaskan, dalam setiap kunjungannya ke UMKM juga memberikan imbauan untuk produknya mengganti bahan plastik dengan bahan lainnya, sehingga sampah plastik bisa semakin berkurang juga dalam setiap produksi UMKM. “Memang sulit untuk bisa mengganti bahan produksi produk plastik. Tapi harus diupayakan,” jelasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook