Sabu-Sabu Rp 2,6 M Dimusnahkan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 14:20:50 WIB   |  dibaca: 320 kali
Sabu-Sabu Rp 2,6 M Dimusnahkan

DIBAKAR : Aparat Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Kejari Kota Tangsel) membakar barang bukti hasil kejahatan selama Mei hingga Desember 2018 di halaman Kantor Kejari Tangsel, Kamis (7/2).

KOTA TANGSEL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel memusnahkan barang bukti 1,9 kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu senilai Rp 2,6 miliar, di halaman Kantor Kejari Tangsel, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Kamis (7/2).

Selain narkoba, kejari juga memusnahkan barang bukti lainya seperti pil ekstasi sebanyak 2108 butir, ganja 586,80 gram, tembakau gorila 34,7 gram, senjata api, senjata tajam,
air soft gun, stik golf, handphone, timbangan digital, dan kunci leter T.

Barang bukti yang dimusnahkan berdasarakan Surat Keputusan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Nomor : Print-190/O.6.16/EP,EPP,EUH,3/02/2019 tertanggal 6 Februari 2019.
Pantauan wartawan, pemusnahkan barang bukti narkoba yang dipimpin langsung oleh Kajari Tangsel, Bima Suprayoga, dan Ketua Pelaksanaan Pemusnahan Barbuk Kejari Tangsel, Muhammad Fadly itu dilakukan dengan tiga tahap.

Pertama memusnahkan pil extasi dengan sabu-sabu dengan cara diblender sampai menjadi cairan. Selanjutnya, memusnakan barang bukti berupa alat-alat bersifat keras seperti senjata api, senjata tajam dan lainnya dengan memotong peralatan tersebut menjadi kecil-kecil sampai tidak dapat lagi digunakan. Terakhir, mereka melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara dibakar, seperti baju, daun ganja, tembakau gorilla, helm, timbangan digital dan lain sebagainya.

Kajari Kota Tangsel, Bima Suprayoga mengatakan, pemusnahan barbuk ini berdasarkan putusan PN Tangerang yang diperintahkan kepada pihaknya selaku eksekutor setelah putusan hakim. “Untuk pertama kali, Kejari Tangsel melaksanakan pemusnahan barbuk selaku tugas dan fungsinya jaksa dari seratus perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau incracht, dalam kurun waktu Mei hingga Desember 2018,” kata Bima kepada wartawan disela-sela pemusnahan.

Bima menjelaskan, sepanjang Mei hingga Desember 2018 dari 100 perkara tindakan pidana umum, yang paling banyak adalah kasus narkoba. Terungkapnya kasus peyalahgunaan narkoba bisa diartikan bahwa Kota Tangsel masih menjadi target peredaran narkoba. “Sabu-sabu seberat 1.998.21 gram atau 1,9 kg, berdasarkan keterangan tersangka bila berhasil terjual Rp 2,6 miliar,” jelasnya.

Menurut Bima, selain memusnahkan narkoba, pihaknya juga memusnahkan barbuk lain berupa pakaian, helm, senjata tajam (sajam), air soft gun, stik golf, handphone, timbangan digital, kunci leter T dan lainnya. “Barbuk yang dimusnahakan itu ungkap kasus oleh kepolisian, BNN (Badan Narkotika Nasional) dan penegak hukum lainnya,” tuturnya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Tangsel, Sobrani Binzar menambahkan, ada berbagai cara pemusnahan. Untuk narkotika ada yang diblender dan ada yang dibakar. Sedangkan barang bukti lainnya, ada yang dimusnahkan dengan mesin gerinda. “Sabu dan extasi dimusnahkan dengan cara diblender, ganja dan tembakau gorilla di bakar. Untuk sajam, kunci dan lainnya dipotong dengan gerinda hingga menjadi beberapa bagian,” pungkasnya. (mg/imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook