Ramah Lingkungan, Diakui Cepat Panen

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 14:23:26 WIB   |  dibaca: 1102 kali
Ramah Lingkungan, Diakui Cepat Panen

MANDIRI : Ketua BUMDes Pejaten, Kecamatan Kramatwatu Irfanul Maarif berfoto di lokasi budidaya ikan lele, Kamis (7/2).

SERANG – Untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, pemerintahan Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu mulai melakukan terobosan-terobosan seperti mengembangkan pariwsata dan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok.

Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu tidak hanya memiliki keindahan alam seperti Gunung Pinang yang menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke puncak gunung tersebut. Namun juga memiliki potensi lain yang terus digali oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerjasama dengan kelompok tani (Poktan) Makmur Sejahtera, pemerintah Desa Pejaten mulai menekuni usaha budidaya lele dengan sistem bioflok.

Usaha budidaya ikan lele itu merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang.“Kita baru mulai bulan lalu (Januari-red). Untuk budidaya pertama ini kita menanam benih ukuran 4 centimeter sebanyak 5.500 ekor lele,” kata Irfanul Maarif, Ketua BUMDes Pejaten, Kamis (7/2).

Budidaya ikan lele yang terletak di Kampung Kebagusan RT 02/01 itu menarik perhatian masyarakat sekitar untuk juga belajar budidaya. “Sudah menjadi komitmen kita, budidaya ini ingin kita kembangkan di kampung-kampung yang lain sehingga usaha ini bisa menjadi andalan masyarakat Desa Pejaten,” tuturnya.

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok tersebut diakui Irfan ramah lingkungan karena tidak menyebabkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu masyarakat yang ada di sekitar lokasi budidaya. “Untuk pembuangan air kotornya sudah disiapkan jadi enggak bau. Untuk benih sama kolamnya semua bantuan dari DKPP. Nilainya Rp20 juta,” ungkapnya.

Sebelum memulai budidaya, BUMDes dan Poktan terlebih dahulu mempelajari budidaya ikan lele lewat youtube dan juga melakukan studi banding ke daerah yang sudah lebih dulu melakukan budidaya. “Untuk sampai panen dibutuhkan waktu dua bulan berbeda dengan budidaya ikan lele yang bukan menggunakan sistem bioflok bisa sampai tiga bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mendukung dan mendorong pengembangan budidaya ikan lele yang dilakukan oleh Poktan dan BUMDes tersebut. “Kami dari kecamatan akan memfasilitasi yang dibutuhkan oleh BUMDes terkait budidaya ikan lele ini,” katanya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook