Minta Pelaku Penganiayaan Pegawai Ditangkap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 14:31:25 WIB   |  dibaca: 332 kali
Minta Pelaku Penganiayaan Pegawai Ditangkap

USUT TUNTAS : Novel Baswedan (tiga dari kiri) bersama ratusan anggota Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas di KPK, Jakarta, Kamis (7/2).

JAKARTA - Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung kemarin. Mereka lantas berbaris rapi, bergandengan tangan, lalu mengitari bangunan, ketika seorang pegawai memberi komando dari atas podium. Sejurus kemudian, formasi itu membentuk pagar hidup manusia yang mengelilingi gedung KPK. Mereka seolah saling terikat satu sama lain.

Pagar hidup yang digelar kemarin (7/2) itu adalah reaksi atas dugaan penganiayaan yang menimpa dua personel KPK. Yakni, M. Gilang W dan Ahmad Fajar. Keduanya diduga dipukuli ketika melaksanakan tugas mengintai aktivitas pejabat Pemprov Papua di Hotel Borobudur, Jakarta pada Sabtu (2/2) lalu. Hingga kini, kasus yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya itu belum terungkap pelakunya.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan bahwa rantai manusia yang membentuk pagar hidup itu merupakan aksi solidaritas untuk dua petugas tersebut. Aksi itu sebagai simbol bahwa pegawai KPK akan saling melindungi satu sama lain ketika badai teror menerjang. "Kami akan tetap saling melindungi sesama pegawai dalam rangka penangkapan para koruptor yang ada di negeri ini," ujarnya.

Teror terhadap dua pegawai KPK itu, menurut Yudi, merupakan yang ke 10 selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, pada Januari lalu teror juga menyasar dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif.

Teror dilakukan dengan cara menaruh bom (rumah Agus) dan melempar bom molotov (rumah Laode). Sampai saat ini, pelaku teror belum terungkap."Kami mengutuk keras dan mengecam (penganiayaan, Red) karena teman kami sedang melaksanakan tugas," ungkap Yudi berapi-api.Menurut dia, tidak sepantasnya pegawai KPK sebagai penegak hukum mendapat perlakuan semacam itu. Apalagi, sampai menderita luka retak di bagian hidung akibat pukulan keras.

Selain itu, Yudi juga menyayangkan upaya mengaburkan fakta yang dilakukan sejumlah pihak terkait penganiayaan tersebut. Dia memastikan, penganiayaan itu benar terjadi. Pernyataan itu membantah pernyataan Pemprov Papua yang menyebut tidak terjadi pemukulan terhadap dua pegawai KPK. "Kepolisian sudah masuk proses penyidikan, artinya benar terjadi peristiwa tindak pidana," ungkapnya.

Yudi pun meminta pihak kepolisian memprioritaskan penanganan dugaan pemukulan tersebut. Dengan sesegera mungkin menangkap pelaku penganiayaan. Hal itu diharapkan bisa menjadi dukungan program pemberantasan korupsi yang diusung pemerintah. (jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook