Siswa Disabilitas Dapat Pendidikan Pemilu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 08 Februari 2019 - 14:35:07 WIB   |  dibaca: 263 kali
Siswa Disabilitas Dapat Pendidikan Pemilu

SEMUA PUNYA HAK : KPU Kota Serang menyosialisasikan Pemilu 2019 ke pemilih disabilitas di Sekolah Khusus Samantha, Kelurahan Kaligandu, Kota Serang, Kamis (7/2).

SERANG – Sekitar 50 siswa Sekolah Berkebutuhan Khusus (SKH) Samantha mendapatkan sosialisasi mengenai tentang cara mengikuti pemilihan umum (pemilu) pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang di ruang kelas SKH Samantha yang terletak di Lingkungan Penancangan Pasir, Kelurahan Kaligandu, Kota Serang, Kamis (7/2).

Pada kesempatan tersebut Ketua KPU Kota Serang Ade Jahran dan akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Suwaib Amirudin berkesempatan langsung memberikan materi terkait pemilu.

Ade Jahran mengatakan, penyandang disabilitas memiliki hak untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Hal itu tertuang pada amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas. “Makanya kami sosialisasikan ke remaja penyandang disabilitas supaya mereka juga tahu bahwa tahun ini tanggal 17 April akan dilaksanakan pemilihan presiden (pileg) dan pemilihan legislatif (pileg),” kata Ade.

Namun begitu, lanjut Ade, pihaknya menyayangkan dari sekitar 50 siswa SKH yang ambil bagian pada acara sosialiasi tersebut masih banyak yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTPE). “Ternyata masih ada siswa penyandang disabilitas yang belum punya EKTP.

Sementara persyaratan warga negara republik Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya nanti adalah telah memiliki EKTP. Oleh karenanya kami berharap kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait agar dapat jemput bola melakukan perekaman kepada siswa penyandang disabilitas yang belum memiliki EKTP. Karena mereka pun memiliki hak suara untuk memilih pada pileg dan pilres 17 April nanti,” ungkap dia.

Pada kesempatan tersebut, masih kata dia, pihaknya menyosialisasikan kepada siswa penyandang disabilitas perihal jumlah surat suara, surat suara yang dicoblos hanya satu, surat suara bergambar calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), surat suara bergambar politik, dan surat suara bergambar anggota legislatif. “Alhamdulillah peserta antusias mengikuti sosialisasi dan bahkan ada yang berani mengajukan pertanyaan soal pencoblosan,” tutur eks ketua Komisi Informasi (KI) Banten ini.

Sementara itu, Suwaib Amirudin menyampaikan gambaran umum terkait pentingnya warga negara republik Indonesia menggunakan hak pilihnya pada ajang politik lima tahunan pileg dan pilres tahun ini. “Seluruh warga Negara Indonesia termasuk penyandang disabilitas memiliki hak memilih dan bebas menentukan hak pilihnya karena itu hak demokrasi. Oleh karena itu kami mengajak pilihlah sesuai hati dan jangan golput,” ujar Suwaib. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook