Edi Minta Dewan Hakim Objektif

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 11 Februari 2019 - 10:47:19 WIB   |  dibaca: 242 kali
Edi Minta Dewan Hakim Objektif

DIPERCANTIK : Pekerja menyelesaikan pangung utama MTQ XVIII Kota Cilegon di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Minggu (10/2).

PURWAKARTA - Mengawali pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVIII Tingkat Kota Cilegon 2019 di Kecamatan Purwakarta, para dewan hakim menjalani orientasi, Minggu (10/2) bertempat di SMK Bina Bangsa Kecamatan Acara dibuka langsung oleh Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi.

Dalam sambutannya, Edi menyampaikan, ajang MTQ ini disamping sebagai syi’ar Islam dan ukhuwah Islamiyah, namun juga bagaimana masyarakat mampu mempelajari, memahami dan mengamalkan isi kandungan Al-qur’an yang merupakan petunjuk dan rahmah.

"Mengingat tugas dewan hakim begitu penting, tentu harus berpijak dari objektivitas, sportivitas, kejujuran, keilmuan dan profesionalisme, dan khusus MTQ ke 16 tahun 2019 di Kota Tangerang untuk bisa meningkatkan prestasi kafilah Kota Cilegon menjadi yang terbaik di Provinsi Banten,” pintanya.

Hadir dalam acara tersebut Sekda Kota Cilegon yang sekaligus Ketua Umum LPTQ Kota Cilegon, Sari Suryati, Ketua MUI Kota Cilegon dan MUI Kecamatan Purwakarta, Ketua Harian LPTQ Kota Cilegon, Abdullah Syarif, kabag bintal dan para calon dewan hakim.

Edi juga menyampaikan, “Insyaallah seperti apa yang pernah dijanjikan oleh ketua umum LPTQ Kota Cileegon bahwa bagi peserta terbaik dan pembinanya pada pelaksanaan MTQ Provinsi ke 16 tahun 2019 di Kota Tangerang akan diberikan kadeudeuh umroh," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kota Cilegon, Abudllah Syarief menyampaikan, rangkaian kegiatan MTQ secara sistematis dari mulai pelaksanaan orientasi dewan hakim, kegiatan pawai taa’ruf dan pelaksanaan lomba.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan pentingnya kegiatan orientasi ini adalah dalam rangka untuk membuka kembali catatan kode etik dewan hakim MTQ dan untuk menyamakan persepsi berkenaan tugas seorang dewan hakim sesuai dengan pedoman perhakiman yang berlaku.

"Peserta yang akan tampil pada MTQ Kota Cilegon ini merupakan peserta yang sebelumnya pada akhir tahun 2018 telah dilakukan pembinaan kepada mereka secara intensif pada lembaga pondok pesantren, madrasah dan jamiatul qurro sehingga diharapkan putra putri terbaik asli Kota Cilegon akan muncul sebagai duta pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi Banten tahun ini," katanya.

Tempat Hiburan Malam Tutup Lima Hari

Selama penyelenggaraan MTQ Kota Cilegon, tempat hiburan malam yang ada di Kota Cilegon akan tutup selama lima hari.Pada Sabtu (10/2) dinihari lalu, Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon telah melakukan sosialisasi terhadap tempat-tempat hiburan malam. Sosialisasi dilakukan sekitar pukul 00.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Daerah pada Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada tempat hiburan malamagar tidak beroperasi saat penyelenggaraan MTQ ke-18 di Kecamatan Purwakarta. Tempat hiburan malam dilarang operasi sejak 11 Februari 2019 sampai 15 Februari 2019. “Dilarang buka selama lima hari untuk menghormati MTQ,” kata Sofan kepada Banten Raya, Minggu (10/2).

Sofan menjelaskan, selain melakukan sosialisasi langsung kepada para pemilik tempat hiburan malam, pihaknya juga menempelakan surat edaran tersebut di semua tempat hiburan malam. Ada sekitar 28 tempat hiburan malam di Kota Cilegon yang diberikan imbauan itu.

“Kegiatan rutin setiap tahun saat MTQ dan hari-hari besar keagamaan kita imbau penyelenggara tempat hiburan malam untuk tutup. Itu sesuai dengan Perda Kota Cilegon Nomor 2 Tahun 2003 tentang Perizinan Penyelenggaraan Hiburan,” tandasnya.

Larangan operasional tempat hiburan malam, kata Sofan, berlaku untuk semua tempat hiburan malam, baik yang tempat hiburan malam sebagai fasilitas hotel atau tempat hiburan malam seperti karaoke keluarga. “Bagi yang melanggar tentu akan mendapat sanksi tegas, kalau bentuk sanksinya apa nanti akan kita tentukan,” tuturnya.

Sofan menambahkan, pada monitoring kemarin dinihari, diklaim tidak ada tempat hiburan malam yang melanggar jam tayang. Pukul 00.00 WIB tempart hiburan malam sudah tutup. “Tim kita dibagi dua regu yaitu regu yang ke jalan protokol dan regu ke kota, tapi semua tidak ada yang menemukan tempat hiburan malam yang melebihi pukul 00.00 WIB,” ucapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon, Syarif Ridwan mengatakan, pihaknya mendukung adanya kebijakan larang operasional tempat hiburan malam saat penyelenggaraan MTQ ke-18 di Kecamatan Purwakarta.

Bahkan, pihaknya juga mendukung Satpol PP Kota Cilegon utnuk menindak tempat hiburan malam yang melanggar aturan tersebut. “Kami juga sudah menyampaikan ke beberapa tempat hiburan untuk tutup selama MTQ. Kalau ada yang melanggar, kami serahkan ke Satpol PP untuk sanksinya,” tuturnya.

Syarif mengaku, saat ini penyelenggaraan hiburan malam ada yang izinnya sebagai fasilitas hotel ada restoran. Sehingga, pihaknya juga mengimbau anggota PHRI mematuhi aturan yang ada. “Beberapa pengusaha tempat hiburan juga sudah konfirmasi ke kami akan tutup selama penyelenggaraan MTQ berlangsung,” tutupnya. (*/marjuki/gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook