Sehari Mampu Jual 1 Kuintal, Pekerja Dibayar Telur

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 11 Februari 2019 - 11:46:18 WIB   |  dibaca: 798 kali
Sehari Mampu Jual 1 Kuintal, Pekerja Dibayar Telur

LARIS TERJUAL : Furoh, pedagang dendeng ikan bendeng di Kampung Kepuh, Desa Tonjong, Kecamatan Kramawatu melayani pembeli, Minggu (10/2).

SERANG - Sebagaian orang mungkin hanya familiar dengan istilah sate bandeng dan pecak bandeng. Namun di Kampung Kepuh, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu dijual dendeng ikan bandeng yang rasanya tidak kalah nikmat.

Jika kita dari Banten Lama dan hendak ke Bojonegara atau ke Cilegon melewati jalan alternatif, kita akan melewati perkampungan yang di depan rumahnya terdapat banyak jemuran dendeng ikan. Jemuran ikan tersebut merupakan hasil kreatif ibu-ibu rumah tangga di Kampung Kepuh, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu.

Kalau kita berminat, kita bisa membelinya dengan harga yang cukup terjangkau sesuai dengan budget yang kita miliki karena ikan-ikan tersebut tidak dijual kiloan. “Kita menjualnya per Rp10.000, ada yang empat ekor, ada yang enam ekor tergantung ukuran,” kata Furoh, penjual ikan saat ditemui di lokasi, Minggu (10/2).

Dendeng ikan bandeng biasa dibeli oleh orang yang melintas di jalan raya Tonjong dan pelanggan yang langsung datang ke lokasi untuk menjual dengan jumlah banyak. “Yang beli banyaknya dari Serang-Cilegon, biasanya mereka sudah pernah beli sebelumnya. Sebelum datang ke sini mereka menelpon dulu khawatir lagi enggak ada,” ujarnya.

Selain itu, pada pembeli juga datang dari luar Banten yang kebetulan lewat setelah mereka berziarah dari Banten Lama menuju Gunung Santri, Bojonegara. “Kalau untuk rasa, saya tidak bisa cerita tapi rata-rata yang pernah beli kalau masih orang Serang-Cilegon pasti datang lagi untuk beli. Untuk bumbu dendeng ikan ini pakai ketumbar, kecap dan bumbu lainnya,” tuturnya.

Perempuan yang mengaku sudah puluhan tahun menggeluti usaha dendeng ikan bandeng itu mengaku tidak pernah ikannya tidak habis karena tidak terjual. “Habis terus, biasanya sehari bisa menjual 1 kuintal. Kalau kita buatnya banyak biasa dibantu sama tetangga, untuk upahnya ibu-ibu minta dibayar pakai telur atau beras,” ungkapnya.

Untuk ikannya sendiri, Furoh membelinya dari empang yang lokasinya tidak jauh dari kampungnya. Namun jika di empang sedang kosong biasanya membelinya ke Karangantu, Kota Serang. “Kita juga kadang bikin dendeng ikan mujair yang kecil-kecil tapi enggak banyak, karena yang banyak diminati dendeng bandeng,” katanya.(TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook