Perbaikan Perahu Nelayan Bertahap

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 11 Februari 2019 - 11:48:06 WIB   |  dibaca: 464 kali
Perbaikan Perahu Nelayan Bertahap

BERGERAK CEPAT : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah memberikan bantuan kepada korban bencana tsunami dan keluarga nelayan, belum lama ini.

SERANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mulai melakukan perbaikan mesin perahu nelayan di Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka yang rusak karena dihantam tsunami pada akhir tahun lalu. Namun untuk perbaikan fisik atau badan perahu, kementerian akan menggandeng perusahaan galangan kapal yang ada di Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Puloampel.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, perbaikan perahu dan kapal nelayan yeng mengalami kerusakan akan dilakukan secara bertahap. “Untuk mesinnya semua sudah disevis gratis. Kementerian menggandeng perusahaan Yamaha untuk perbaikannya,” kata Suharjo, Minggu (10/2).

Sedangkan untuk perbaikan badan perahu, Suharjo menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan dilakukan karena masih menunggu informasi dari kementerian. “Perahu yang rusak akan dibawa ke perusahaan di Bojonegara dan Puloampel oleh kementerian karena di Bojonegara ada perusahaan yang khusus memperbaiki kapal. Mungkin Februari ini perbaikannya,” ujarnya.

Adapun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang sendiri, Harjo mengungkapkan, tidak ada alokasi untuk perbaikan kapal dan perahu yang rusak tersebut. “Kalau dari pemda ada kegiatan rutin berupa bantuan alat tangkap untuk para nelayan, tapi itu juga biasanya untuk realisasinya ditriwulan kedua, tapi nanti kita lihat dulu semoga bisa di triwulan pertama ini,” paparnya.

Ia menuturkan, walaupun banyak kapal yang rusak, namun sebagian besar nelayan yang kapal dan perahunya sudah selesai diperbaiki sudah melaut kembali. “Justru yang jadi persoalan sekarang warga masih enggan makan ikan hasil tangkapan nelayan, karena mereka beranggapan ikan-ikan di laut makan tubuh manusia. Padahal ikan itu kan hidupnya berpindah-pindah tidak menetap di satu tempat,” katanya.

Namun untuk mengatasi persoalan itu, pihak DKPP mendorong para nelayan untuk menjual ikannya ke luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya. “Kami meminta kepada warga untuk tidak ragu-ragu makan ikan yang dihasilkan oleh para nelayan, karena dipastikan ikan di laut tidak makan tubuh manusia. Kalau benar ada mayat yang masuk ke laut pasti sudah lama hancur karena tsunami sudah hampir dua bulan terjadi,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook