500 Boneka Disalurkan untuk Korban Tsunami

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 11 Februari 2019 - 11:50:45 WIB   |  dibaca: 568 kali
500 Boneka Disalurkan untuk Korban Tsunami

SERAHKAN BONEKA : Suasana penyerahan bantuan boneka untuk anak yang terdampak bencana tsunami di SDN Kadumerak 1, Kecamatan Karangtanjung, Minggu (10/2).

KARANGTANJUNG - Anak-anak yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda mendapatkan bantuan 500 boneka dan mainan. Bantuan yang disalurkan Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Koalisi Anak Madani Indonesia (KAMI) dan para relawan gerakan berbagi satu juta boneka ini diserahkan secara simbolis di SDN Kadumerak 1, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Minggu (10/2).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi memberikan apresiasi atas bantuan boneka yang diberikan para relawan. Dia menilai boneka bisa menjadi teman anak-anak yang menjadi korban tsunami dalam menghilangkan trauma. "Yang terdampak tsunami kan banyak anak-anak, terutama balita, masih sekolah TK dan SD. Karena itu harus dipulihkan dan permainan yang paling dipahami oleh anak-anak itu boneka. Saya kira bantuan boneka ini dapat membangkitkan kembali anak-anak untuk belajar," kata Muhadjir, ditemui usai penyerahan bantuan boneka, kemarin.

Founder Klinik Digital Vokasi UI Devie Rahmawati mengatakan, kegiatan gerakan satu juta boneka tersebut untuk memberikan semangat terhadap anak-anak yang menjadi korban bencana tsunami. "Boneka yang kita bagikan guna memastikan anak-anak yang menjadi korban tsunami mendapat perhatian terkait penguatan psikologi, menghilangkan ketakutan dan kecemasan pasca bencana," kata Devie.

Dia menjelaskan, dari hasil penelitian dan riset sebuah studi di Amerika Serikat bahwa beberapa anak banyak yang merawat boneka karena dianggap sebagai teman. "Aktivitas anak dengan boneka terbukti mampu mengurangi tingkat stres yang dirasakan oleh anak, seperti ketakutan akan kehilangan keluarga, agresi, ketegangan, reaksi yang kuat terhadap gangguan suara, menangis dengan kuat, mimpi yang menakutkan dan gangguan tidur," jelasnya.

Dia berharap boneka yang disalurkan mampu memberikan semangat bagi anak untuk melupakan bencana tsunami. "Boneka sejak seribu tahun sebelum masehi sudah dikenal sebagai teman bermain tertua bagi anak. Boneka mampu menjadi cerminan sang anak dan bisa membantu anak untuk dapat memahami dirinya dan lingkungan. Sehingga merawat boneka bisa membantu anak untuk mengalihkan kesedihan dan trauma pasca bencana tsunami," harapnya.

Ketua LPAI Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengharapkan, boneka yang disalurkan dapat menghidupkan kembali terhadap dunia anak yang sempat terenggut oleh bencana tsunami. Sebab, boneka bisa menjadi teman bagi anak. "Semoga boneka-boneka yang diberikan dapat menjadi penyemangat anak-anak untuk dapat melupakan bencana tsunami," katanya.

Menurutnya, gerakan berbagi satu juta boneka akan terus dilakukan dengan membuka posko selama tiga bulan kedepan. "Gerakan ini akan kita gaungkan ke seluruh Indonesia, dimana posko pengumpulan akan tersebar di berbagai provinsi sebagai upaya mengantisipasi potensi bencana. Diharapkan, bantuan boneka dan mainan anak ini siap disebarkan kapanpun dan dimanapun," imbuhnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook