Calon Sekda Kesulitan Jawab Pertanyaan dari Penguji

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 14 Februari 2019 - 14:41:50 WIB   |  dibaca: 218 kali
Calon Sekda Kesulitan Jawab Pertanyaan dari Penguji

MENUNGGU GILIRAN : Peserta lelang Sekda Banten, Kepala Diskominfotiksan Banten Komari (paling kiri), Kepala DESDM Banten Eko Palmadi (ketiga dari kiri) dan Widyaiswara BPSDM Kemendagri Al Muktabar (keempat dari kiri) saat menunggu giliran tes wawancara calon Sekda Banten. Tes wawancara sendiri digelar di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (13/2).

SERANG – Delapan peserta lelang jabatan pimpinan tinggi madya Sekda Banten menjalani tes akhir berupa wawancara di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (13/2). Wawancara menjadi tes dengan bobot tertinggi dan pertimbangan utama panitia seleksi (pansel) dalam menentukan siapa yang berhak masuk ke tiga besar.

Pantauan Banten Raya, pelaksanaan tes wawancara sekiranya dimulai pukul 08.00 WIB. Akan tetapi ditunda karena rencananya Gubernur Banten Wahidin Halim akan ikut mewawancarai peserta. Hingga pukul 09.00 WIB, Wahidin tak kunjung datang sehingga diputuskan tes wawancara untuk dimulai.

Awalnya, tes wawancara akan digelar secara terbuka. Siapa saja bisa menyaksikan prosesnya melalui layar monitor yang disiapkan di sejumlah sudut pendopo. Akan tetapi, pansel berpandangan lain dan ingin menjalankan tes wawancara secara tertutup.

Sesuai jadwal, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi menjadi peserta pertama yang diwawancarai. Pria berkumis tebal itu berada di ruang tes selama sekitar 45 menit. Kemudian setelahnya giliran Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Al Muktabar masuk ke ruang tes. Dia berada di sana hampir sama lamanya dengan Alhamidi.

Al Muktabar kepada Banten Raya mengaku, apa yang ditanyakan pansel saat secara normatif tidak jauh berbeda dengan wawancara lainnya. Akan tetapi dia juga tak membantah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan cukup sulit untuk dijawab.

“Ya namanya penguji semua canggih-canggih, beliau-beliau adalah orang yang berkapasitas nasional internasional, dengan segala perspektif pengalaman jabatan. Luar biasa, ini pansel nasional. Pansel nasional ya begitu, banyak mengakaitkan perspektif nasional dan perspektif daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pertanyaan yang ditujukannya kepadanya cukup banyak. Setiap anggota pansel mengajukan pertanyaan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. “(Pertanyaan yang diajukan) banyak, karena satu bisa jadi beberapa. Masing-masing pansel mempunyai area sendiri berdasarkan pengalaman dan pengembangan yang dibutuhkan,” akunya.

Selanjutnya ada Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Banten Eko Palmadi yang berada di ruangan sekitar 30 menit. Saat Kepala Dinas Komunikasi Informatikan Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Banten Komari mendapat giliran, tiba-tiba saja gubernur muncul dan langsung memasuki ruang tes wawancara.Entah itu berpengaruh atau tidak namun untuk Komari durasi tes wawancara menjadi sedikit lebih lama sekitar satu jam. Komari keluar sekitar pukul 12.00 WIB.

Komari usai tes mengatakan, anggota pansel memberikan pertanyaan seputar fungsi sekda dan mengaitkannya dengan visi misi gubernur. Meski terdengar biasa namun pertanyaan yang dilontarkan sangat berkualitas.“Ya memang pada dasarnya tidak ada pertanyaan yang mudah, semuanya pertanyaan yang cukup tinggi karena memang tim ini adalah level nasional,” ungkapnya.

Disinggung apakah kehadiran gubernur membuatnya gugup, Komari mengaku hal itu tak terlalu menganggunya. Akan tetapi kehadiran gubernur menurutnya justru membuat pansel semakin bersemangat melancarkan pertanyaan berat lainnya. “Kalau grogi enggak, tapi saya melihat eskalasi pertanyaan dari pansel lebih meningkat, itu saja,” tuturnya.

Masih dengan gubernur di dalam ruangan, profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mendapat giliran tes. Lili menghabiskan waktu di sana hampir mirip dengan Komari. Selepas Lili, tes wawancara dihentikan sementara untuk makan dan salat. Sementara para peserta yang mendapat giliran setelah Lili sudah nampak hadir di Pendopo Gubernur Banten.

Pasca rehat, satu persatu peserta tersisa menjalani tes wawancara tapi tidak lagi diamati gubernur. Mereka adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten M Husni Hasan, Kepala Disnaker Kota Tangerang Mohamad Rakhmansyah dan sekretaris KPU Banten Septo Kalnadi.

Ketua Pansel Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Banten Adi Suryanto mengatakan, tes akhir berupa wawancara adalah sesi di mana pansel akan menggali habis kompetensi peserta. Sebab, tes akhir ini memiliki nilai bobot tertinggi dari tahapan seleksi lainnya.“(Yang ditanya saat wawancara) tugas seorang sekda, kemudian kompetensi seorang sekda, track record (rekam jejak), pengalaman. Banyak hal, wawancara itu dinamis. Peserta paparan dengan makalahnya lalu kita tanyai,” ujarnya.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) itu menuturkan, dengan bobot tertinggi maka tes wawancara akan menjadi pertimbangan utama pansel dalam memutuskan nilai akhir peserta. “Nanti rapat akhir, akan kita lihat secara komprehensip. Semua, dari awal sampai akhir. Paling besar (prosentase penilaian) dari persentasi dan wawancara, sekitar 40 persen,” katanya.  

Soal keikutsertaan gubernur dalam tes wawancara, hal tersebut tak berpengaruh terhadap penilaian. Sebab, orang nomor satu di Banten itu hanya sebatas mengamati dan tak diperkenankan mengajukan pertanyaan. “Pak Gubernur hanya mengamati.

User boleh datang, itu hanya mengamati, karena yang bisa bertanya hanya pansel,” ungkapnya. Setelah tes wawancara, pansel akan menggelar rapat pleno dan akan menetapkan tiga besar untuk diserahkan kepada gubernur. “Final itu tiga besar. Jadwalnya itu diserahkan ke gubernur pada Jumat (15/2),” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook