Kelaparan, Pencuri Motor Ditangkap

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:04:47 WIB   |  dibaca: 98 kali
Kelaparan, Pencuri Motor Ditangkap

DIPERIKSA: Jahdan Astawi pelaku pencurian sepeda motor saat diinterogasi penyidik Polres Serang, Jumat (15/2).

SERANG- Jahdan Astawi (53), pelaku pencurian sepeda motor di Kampung Cinanggerang, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang pada 4 Agustus 2018 lalu, akhirnya ditangkap Satuan Reskrim Polres Serang di tempat persembunyiannya. Pelaku ditangkap saat pingsan akibat menahan lapar pada Rabu (13/2) lalu, di Kampung Sukadamai, Desa Malabar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Kasatreskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega mengatakan, Jahdan sengaja bersembunyi di kebun milik warga di Kampung Sukadamai setelah mengetahui temannya, Nawil, ditangkap polisi pada Januari 2019 lalu, dan mengetahui dirinya menjadi target buruan kepolisian."Karena ketakutan ditangkap polisi, dia (Jahdan) mengaku sengaja bersembunyi di kebun. Setiap harinya dia hanya makan singkong mentah. Pelaku pingsan saat ditangkap, karena kelaparan," katanya kepada Banten Raya, Jumat (15/2).

Menurut David, Jahdan dan Nawil berhasil mencuri motor Honda Scoopy milik Kusnadi di arena organ tunggal di Kampung Cinanggerang, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang."Pelaku Nawil sudah ditangkap lebih dulu, sekarang kita titipkan di Rutan Serang menunggu berkas selesai," ujarnya.

David menjelaskan, dalam kasus pencurian sepeda motor ini, Jahdan dan Nawil akan dikenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara"Kita juga minta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menyimpan kendaraannya, gunakan kunci ganda dan tidak parkir sembarangan," tegasnya.

Jahdan mengaku setelah mengetahui Nawil ditangkap polisi dirinya sembunyi di perkebunan karena bersalah dan takut menyusul Nawil ke jeraji besi. Namun ketika lapar, sesekali dia pulang ke rumahnya."Saya nggak mau ditangkap, makanya saya sembunyi di kebun. Kalau pulang ke rumah, paling buat makan dan ganti baju, itu juga malam hari. Tapi kadang pulang juga nggak ada makanan," katanya.

Menurut Jahdan, untuk menghilangkan rasa lapar selama di tempat persembunyian, dirinya hanya mengonsumsi singkong atau pisang mentah yang ada kebun. Bahkan untuk minum pun kadang kesulitan mendapatkan air bersih."Nggak tenang dicari polisi, jujur Pak saya nggak mencuri motor, saya cuma diajak untuk menunggu motornya si Nawil aja," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook