LP3M Untirta Gelar Workshop SPMI

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:10:42 WIB   |  dibaca: 270 kali
LP3M Untirta Gelar Workshop SPMI

WORKSHOP: Rektor Untirta Sholeh Hidayat (dua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam workshop pengembangan sistem penjaminan mutu internal di Hotel Ledian, kemarin.

SERANG - Lembaga Pengembangan Pendidikan Dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Workshop Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), di Hotel Ledian Kota Serang.

Ketua Pelaksana kegiatan Rangga G Gumelar menyampaikan, kegiatan ini salah satu pengembangan dari pada sistem penjaminan mutu internal Untirta, yaitu tentang multi internal yang ada di Untirta.Ia mengaku, kegiatan ini diikuti selain dari internal Untirta juga diikuti oleh enam perguruan tinggi swasta yang ada di Banten. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada pelaksaaan pengembangan instrumen mutu, dimana saat ini perguruan tinggi memiliki UPT dan instrumen yang baru.

Ketua LP3M, Rusmana dalam sambutannya mengatakan, dimasa depan perguruan tinggi itu ditentukan dengan daya saing. Paling tidak indikstornya adalah mutu. Tidak bisa dipungkiri saat ini indikator untuk mutu paling tidak status akreditasi. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait Undang-undang 12 Tahun 2012 Pemenristekdikti.Dalam kesempatan itu, Rusmana berharap mudah-mudahan kedepan tidak hanya berhenti distatus akreditasi saja. Karena LP3M ditugasi rektor dalam sebagai gerbang untuk peningkatan mutu.

Rektor Untirta, H. Sholeh Hidayat yang hadir dalam kegeiatan tersebut mengatakan, kegiatan penjaminan mutu itu adalah sebagai suatu sistem yang dilakukan secara berencana, maka betapapun beberapa program studi yang sudah mencapai peringkat A, bukan berarti bahwa ikhtiar untuk meningkatkan mutu berhenti."Tetapi harus terus menerus lebih baik lagi, karena kita dihadapkan kepada tingkat persaingan antar perguruan tinggi," katanya.

Pakar pendidikan di Banten ini mengatakan, perubahan itu sebuah keniscayaan yang harus dihadapi bukan dihindari, karena perubahan yang harus ditanamkan untuk kelangsungan hidup perguruan tinggi.

Dalam kesmepatan itu, Rektor Untirta menginagkan kembali perjalan Untirta dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri. Dari aspek dosen saat itu belum ada yang S2 kecuali dari luar, sarana prasarananya pun masih sederhana.

Semangat dari founding father, lanjutnya, untuk memberikan yang terbaik dalam melayani pendidikan tinggi, memberikan perubahan yang siginifikan terhadap kemajuan dan perkembangan Untirta."Jika melihat Untirta sekarang lebih baik dan menunjukan capaian-capaian yang sesuai harapan dan keinginan, baik para dosen yang sudah S3, para lulusannya  dan prestasi-prestasi yang dimiliki," ungkapnya.

"SDM-nya yang cukup baik mendukung untuk akreditasi institusinya yang baik pula, . Tentunya hal tersebut didukung dengan sarana prasarana dari tahun ketahun yang mengalami kemajuan dan ditambah beberapa prodi baru yang akan diakreditasi," sambungnya.

Narasumber dari  Asesor BAN-PT Pramono Hariadi, M.S dalam paparannya menyampaikan diberlakukan sistem ataupun model borang yaitu APT 3 yang sudah diberlakukan 1 November dan APS 4 diberlakukan 1 April  tahun lalu, sehingga perlu dipersiapkan dengan baik karena ini sistem yang baru."Sistem yang lama itu berbasis kepada proses dan input. Sedangkan, sistem yang baru berbasis out  cam dan out put dari sebuah prodi, atau sebuah institusi perguruan tinggi," katanya.

Prioritasnya tentunya, lanjutnya, perguruan tinggi harus mendalami bagaimana menyusun borang yang baik sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan, karena menyusun borang yang baik itu akan berakibat kepada sistem penilaian yang lebih mudah dipahami."Mudah-mudahan dengan pelatihan semacam ini peserta tentunya lebih paham cara membuat borang yang baik, dan tentu akreditasinya juga akan lebih baik," tutupnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook