1.498 Pasutri Tak Punya Buku Nikah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:16:11 WIB   |  dibaca: 183 kali
1.498 Pasutri Tak Punya Buku Nikah

SIDANG ISBAT : Ratusan pasangan suami istri (pasutri) di Kota Tangerang mengikuti sidang isbat di Ruang Al- Amanah Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (15/2).

KOTA TANGERANG - Jumlah pasangan suami istri (Pasutri) yang belum memiliki buku nikah di Kota Tangerang tergolong tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mencatat sepanjang 2018 sebanyak 1.498 Pasutri tidak punya buku nikah.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Iis Rodiyah mengatakan, untuk membantu Pasutri di Kota Tangerang mendapatkan buku nikah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerjasama dengan Pengadilan Agama mengelar isbat nikah atau pengesahan dokumen pernikahan.

Namun, kuota yang diberikan oleh pengadilan agama hanya 660 buku nikah. Artinya, belum seluruhnya pasutri di Kota Tangerang bisa mengikuti sidang isbat. “Kuota yang diberikan hanya 600 buku nikah. Mudah-mudahan kedepan kouta dari pengadilan agama bisa ditambah.

Intinya, Pemkot Tangerang memfasilitasi pasutri untuk memiliki dukumen surat nikah,” kata Iis kepada wartawan usai membuka sidang isbat di Ruang Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota  (Puspemkot) Tangerang, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (15/2).

Menurut Iis, awalanya sidang itsbat dalam rangka HUT Kota Tangerang ke-26 ini diikuti 1498 pemohon atau pasutri. Namun setelah diteliti dokumen, kuota yang diberikan hanya berjumlah 660 pasutri. Mereka berasal dari Kota Tangerang yang tersebar di 13 kecamatan. "Semuanya yang sudah terverifikasi ada 660 pasangan. Nanti hasil dari sidang itsbat ini berupa dokumen untuk dilaksanakan pencatatan pernikahannya di KUA masing-masing kecamatan," tuturnya.

Iis menjelaskan, sidang itsbat nikah adalah cara yang dapat ditempuh oleh pasutri yang telah menikah secara sah menurut agama Islam, untuk mendapatkan pengakuan dari negara atas, sehingga perkawinan tersebut berkekuatan hukum. "Ini biar tercatat di negara sehingga nanti anak-anaknya juga bisa mengurus akta kelahirannya, bisa buat paspor kalau mau berangkat haji serta mengurus administrasi apapun," jelasnya.

Iis berharap bahwa selain perkawinan yang legal, para peserta dapat menjalani kekeluargaan dengan ketentraman, rukun dan damai, juga bisa menuntun anak yang tumbuh dan berkembang. "Kemudian ini juga sebagai bagian dari kami ingin mewujudkan Kampung Samawa (Sakinah Mawadah Warohmah red). Jadi dengan mereka memiliki legalitas ada kenyamanan ketentraman karena sebagai warga bisa memiliki hak," tukasnya.

Agus Wandi (45) salah satu peserta sidang itsbat nikah mengaku ikut karena ingin mendapat kepastian status perkawinannya secara administrasi negara, sehingga bisa mendapat buku nikah dan anak-anaknya punya akta kelahiran atas nama kedua orangtuanya. “Tenang rasanya, kalau pernikahan saya diakui negara,” singkatnya. (imron).

Caption Foto : Ratusan pasangan suami istri (Pasutri) di Kota Tangerang mengikuti sidang isbat di Ruang Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota  (Puspemkot) Tangerang, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (15/2).

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook