Pemkab-PHRI Gelar Lunar Festival di Anyer

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:18:01 WIB   |  dibaca: 151 kali
Pemkab-PHRI Gelar Lunar Festival di Anyer

HARUS DIRANGSANG : Suasana pantai di wilayah Anyer masih terlihat sepi dari para pengunjung paska terjadi bencana tsunami. Foto diambil Selasa (12/2) lalu.

SERANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang bekerjasama dengan Pemkab Serang akan menggelar Lunar Festival di kawasan pariwisata Anyer pada 17 Februari. Tujuan dari kegiatan itu untuk menghidupkan kembali pariwisata Anyer-Cinangka yang sampai saat ini masih sepi paska terjadinya bencana tsunami pada akhir tahun lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Nasir Al Afghani mengatakan, dalam kegiatan Lunar Festival tersebut akan dilaksanakan kirab dari Marbella Hotel sampai ke Mercusuar. “Untuk kegiatan ini kami sudah mengundang berbagai elemen masyarakat untuk ikut serta,” kata Nasir, Jumat (15/2).

Selain itu, kegiatan itu juga akan diisi dengan marching band, kesenian pencak silat dari berbagai peguron dan beberapa kegiatan lain yang juga akan diikuti pelajar dan mahasiswa. “Kami berharap para ASN (aparatur sipil negara) terutama di OPD (organisasi perangkat desa) untuk bersama-sama ikut meramaikan. Kegiatan ini dalam rangka melakukan recovery instan yang dilakukan PHRI dan pemda,” ujarnya.

Nasir menuturkan, paska terjadinya tsunami di Selat Sunda disporapar terus mengadakan kegiatan sesuia yang arahkan oleh Bupati Serang Rt Tatu Chasanah dan wakilnya Pandji Tirtayasa. “Bagi kami yang paling penting bagaimana pariwisata yang hampir dua bulan terpuruk ini bisa bangkit lagi. Laporan dari PHRI kunjungan hotel sampai saat ini hanya baru 5 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pemkab Serang tidak hanya memikirkan nasib hotel yang masih sepi tapi juga memikirkan nasib masyarakat kecil yang juga belum bisa berjualan karena tidak ada wisatwan yang berkunjung. “Mereka yang biasanya mengais rezeki dengan menjual ikan asin, menjual otak-otak, dan menjual cindera mata saat ini mati total. Mereka harus kita pikirkan bagaimana mereka bisa berjualan lagi,” tuturnya.

Nasir mengaku senang karena pada 24 Februari pekan depan pelaku wiasata yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,  dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan menggelar outbond di Pantai Batu Saung, Anyer. “Saya sudah terima surat rencana kegiatannya. Insya Allah yang datang kurang lebih 20 bus. Apa yang mereka lakukan sebagai bentuk keterpanggilan,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook