Dua Orang CPNS Mundur

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:36:58 WIB   |  dibaca: 466 kali
Dua Orang CPNS Mundur

SERANG – Satu orang calon pegawai ngeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Serang yang telah lulus mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) mengundurkan diri. Sedangkan satu orang lagi diminta untuk mundur saat melakukan pemberkasan karena ijazah yang dimiliki tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Asep Saepudin Mustopa mengatakan, salah satu orang CPNS yang mengundurkan diri mengambil formasi kedokteran. “Untuk yang fomasi dokter ini katanya mengambil beasiswa terus mengundurkan diri. Mungkin kalau beasiswa lebih menguntungkan,” kata Asep, Jumat (15/2).

Ia menjelaskan, karena sifatnya mengundurkan diri pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun pihaknya tetap menyayangkan. “Itu kan pilihan dia untuk mundur kita tidak bisa memaksa. Untuk namanya saya kurang hapal. Iya jadi berkurang yang tadinya 370 orang tinggal 368 orang CPNS yang melakukan pemberkasan,” ujarnya.

Sedangkan untuk satu orang CPNS lainnya, Asep mengatakan, pihak panitia tidak bisa menerima pemberkasan yang diajukan karena antara formasi yang dibutuhkan dengan ijazah yang dimiliki berbeda. “Yang satu dianya kalau boleh saya katakan tidak jujur dari awal, atau salah masuk kamar, masuk kamarnya ke bimbingan dan konseling tapi ijazahnya PLS (pendidikan luar sekolah),” tuturnya.

Asep mengungkapkan, persoalan tersebut baru diketahui setelah yang bersangkutan melakukan pemberkasan. “Dengan berat hati tidak bisa kita terima berkasnya karena tidak sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Kalau untuk pemberkasan sudah masuk ke BKN (badan kepegawaian negara) kita tinggal menunggu keluarnya NIP (nomor induk kepegawaian),” paparnya.

Terpisah, Nugi, salah seorang suami dari peserta CPNS yang ditolak saat melakukan pemberkasan mengaku heran dengan sikap yang diberikan oleh BKPSDM Kabupaten Serang. “Jadi istri saya itu ngambil formasi bimbingan konseling di SMP Cinangka, Alhamdulillah SKD sama SKB lolos. Tapi begitu pemberkasan disuruh tanda tangan penguduran diri. Alasannya ijazahnya tidak sesuai, padahal di sistemnya itu PLS atau ijazah konseling,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook