Siswa 20 Sekolah Dilatih Tanggap Bencana

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:42:45 WIB   |  dibaca: 190 kali
Siswa 20 Sekolah Dilatih Tanggap Bencana

SIMULASI : Siswa SDN 1 Sukarame, Kecamatan Carita, dilatih untuk berlindung ketika terjadi gempa bumi, Jumat (15/2).

PANDEGLANG - Siswa-siswi SDN 1, 2 dan 3 Desa Sukarame, Kecamatan Carita yang terdampak bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu antusias mengikuti pelatihan tanggap bencana dari tagana masuk sekolah (TMS), Jumat (15/2). Program TMS dari Kementerian Sosial tersebut dilakukan sebagai upaya untuk dapat mengenalkan para siswa tindakan apa yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana alam.

Fasilitator Tagana Ade mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengenalkan mitigasi kebencanaan kepada para siswa agar mereka lebih tanggap bencana. Mengingat Pandeglang berdampingan dengan bencana alam baik tsunami, banjir maupun longsor. "TMS ini untuk memberikan pemahaman bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana agar para siswa bisa tanggap bencana dan tidak panik," kata Ade, ditemui di lokasi TMS, kemarin.

Menurutnya, tidak seorang pun bisa memprediksi kapan bencana terjadi. Termasuk bencana tsunami yang baru saja terjadi di Pandeglang. Sehingga TMS sangat penting untuk para siswa supaya selain bisa menyelamatkan dirinya sendiri keluarga maupun masyarakat ketika terjadi bencana alam di lingkungannya. "TMS tentunya ingin memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini, karena dengan memberikan penyuluhan, pencegahan dan menghadapi bencana sejak dini akan menumbuhkan jiwa patriotisme kepada para siswa," terangnya.

Ade menjelaskan, kegiatan TMS tidak hanya dilakukan di sekolah di Kecamatan Carita. Namun digelar juga di 20 sekolah di kecamatan lain yang terdampak bencana tsunami. Tujuannya, agar para siswa lebih mengenal pengetahuan tanggap bencana. "TMS dari Kementerian Sosial ini tidak hanya untuk tingkat SD, tapi tingkat SMP sampai SMK dan SMA yang sedang berjalan di Carita, Labuan, Pagelaran, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis dan Sumur," jelasnya.

Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Carita Jaenal menyambut positif kegiatan TMS. Dia berharap, kegiatan simulasi ini bisa menjadi acuan para siswa untuk lebih tanggap ketika bencana alam terjadi. "Kegiatan ini memang perlu dilakukan mengingat wilayah Carita merupakan daerah yang masuk kategori rawan bencana seperti tsunami tahun lalu," katanya.

Menurutnya, mitigasi bencana tak hanya harus diketahui orang dewasa. Siswa SD, SMP dan SMA yang tinggal di daerah rawan bencana juga dinilai perlu mendapat pelatihan bagaimana bersikap bila terjadi bencana. "Memang tidak hanya masyarakat umum saja, tapi para siswa harus lebih tanggap bencana. Semoga agenda TMS bisa menjadi agenda rutin sekolah sebagai bentuk kesiap-siagaan menghadapi bencana," harapnya. (yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook