Almuktabar, Lili Romli, atau Septo

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:48:40 WIB   |  dibaca: 208 kali
 Almuktabar, Lili Romli, atau Septo

SERANG -  Pansel Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Banten merilis tiga nama yang direkomendasikan untuk menjadi sekda definitif kepada Gubernur Banten Wahidin Halim, Jumat (15/2). Ketiganya dinilai memiliki peluang yang sama untuk dipilih karena penentuan akhir ada di tangan presiden.

Hasil penjaringan akhir tertuang dalam surat pengumuman pansel Nomor 025-PANSEL-JPTM/2019. Surat itu ditandatangani Ketua Pansel Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Banten Adi Suryanto tertanggal 15 Februari 2019.

Adapun tiga nama yang direkomendasikan adalah Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Al Muktabar. Dua nama lainnya adalah profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli dan Sekretaris KPU Provinsi Banten Septo Kalnadi.

Ketua Pansel Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Banten Adi Suryanto membenarkan, pihaknya telah menyelesaikan tugasnya dengan menjaring peserta calon Sekda Banten menjadi tiga besar. Ketiganya dipilih dari delapan peserta yang mengikuti tes wawancara pada Rabu (13/2).

“Kemudian juga didasarkan pada seleksi administrasi, assessment, tes tulis dan presentasi, wawancara, rekam jejak dan tes kesehatan. (Soal nilai akhir peserta) bukan kaidah kami bisa mempublish,” ujarnya melalui aplikasi whatsapp messenger, Jumat (15/2).

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) itu menuturkan, dari tiga nama yang direkomendasikan nantinya gubernur akan memilih salah satunya untuk diusulkan ke presiden. Meski demikian, nama yang direkomendasikan gubernur belum tentu akan langsung disetujui.

“Sekda itu yang memutuskan presiden, bukan Pak Gubernur, Pak Gubernur hanya mengusulkan. Dalam banyak kasus sangat dimungkinkan, apa yang diusulkan oleh gubernur itu di TPA (Tim Penilai Akhir) diterima atau tidak disetujui. Nanti presiden mencari calon lain tapi dari tiga orang itu. Jadi tiga orang itu punya kans yang sama,” katanya.

Senada diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin. Menurutnya, rekomendasi dari gubernur bisa saja tak diakomodasi karena yang menentukan pada dasarnya adalah presiden.“Jadi yang diusulkan tidak harus satu tapi bisa beberapa, bisa juga tiga-tiganya. (Gubernur) tidak dalam posisi memilih karena yang menentukan presiden,” ungkapnya.

Sebelum gubernur menyerahkan usulan, kata dia, tiga besar calon sekda hasil seleksi pansel terlebih dahulu dilaporkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Ini lapor dulu ke KASN untuk melaporkan proses seleksinya, kemudian nanti dijawab oleh KASN. Setelah itu baru ke gubernur mengusulkan (nama calon sekda yang direkomendasikan) ke presiden melalui Mendagri (Menteri Dalam Negeri),” tutur mantan Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang ini.

Komarudin menegaskan, tidak ada batas waktu dari proses tiga besar hingga penyerahan usulan ke presiden. Meski demikian, pihaknya berharap seluruh tahapan bisa berjalan dengan lancar sehingga Pemprov Banten secepatnya memiliki sekda definitif.“Enggak ada tenggat waktu. Ya kalau kita ingin secepatnya (ada sekda definitif). Walaupun tidak ada deadline tapi kita ingin secepatnya, supaya lebih efektif,” ujarnya.

Terpisah, Pj Sekda Banten Ino S Rawita menegaskan, seluruh proses seleksi calon Sekda Banten dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dia juga menilai proses seleksi yang dilaksanakan pansel sudah sangat akuntabel.“Saya kan enggak terlibat, Pak Gubernur juga enggak terlibat, jadi sangat fair. Pertimbangnnya ada di Pak Gubernur nanti, kita lihat nanti,” katanya. (dewa)


 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook