YAM Juara Umum Festival dan Lomba Literasi ABK

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 27 Februari 2019 - 12:45:34 WIB   |  dibaca: 307 kali
YAM Juara Umum Festival dan Lomba Literasi ABK

JAWARA: Peserta didik anak berkebutuhan khusus YAM fotobersama usai meraih juara, Festival dan Lomba Literasi, kemarin.

SERANG - Yayasan Anak Mandiri (YAM) berhasil menjadi juara umum dalam Festival dan Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tingkat Kota Serang. Para pemenang, rencananya akan ikut kompetisi serupa Tingkat Provinsi Banten.

Arkani, Kepala Bidang Pendidikan Khusus, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mengatakan, Festival dan Lomba Literasi ABK salah satu lomba bergengsi tingkat nasional, karena berdasarkan penelitian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) daya baca di Indonesia sangat rendah, namun minat bacanya sangat rendah.

Ia menjelaskan, minat baca tinggi karena banyak pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lebih senang membaca media sosial. Sedangkan, daya baca rendah, karena mereka jarang membaca buku atau tulisan yang sangat bermanfaat."Kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi peserta didik anak berkebutuhan khusus, untuk meningkatkan daya baca, dan bisa menjadi tolak ukur keberhasilan Provinsi Banten dengan dalam menjalankan empat pilar yaitu Banten  maju, mandiri, sejahtera dan berakhlakul karimah dari peningkatkan daya baca masyarakat," kata Arkani kepada Banten Raya, kemarin.

Ia menilai, adanya peningkatan empat pilar tersebut diukur dari peningkatan daya baca di masyarakat. Literasi menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat Banten, karena ulama Banten terdahulu bisa mencapai kesuksesan karena senang membaca.

Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini sekolah menggalakan sekolah ramah anak dengan mengkedepankan pojok baca (perpustakaan) yang menyenangkan, menjadi tempat yang nyaman untuk bermain dan guru memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengkampanyekan literasi kepada peserta didiknya."Dindikbud Banten sudah mencanangkan jam literasi yang dilakukan Sekolah Khusus sebelum jam belajar dilakukan," tegasnya.

Sementara itu, Fajartini, Kepala Sekolah Yayasan Anak Mandiri mengaku kaget bisa menjadi juara umum dalam Festival dan Lomba Literasi ABK se-Kota Serang, karena juknis ada perubahan dimana tuna rungu tidak masuk dalam Festival Literasi.

Ia mengaku untuk mempersiapkan peserta didiknya untuk mengikuti Festival dan Lomba Literasi ABK, pihaknya membutuhkan waktu satu pekan dengan melakukan latihan dan metode yang tepat agar peserta didiknya bisa mengikuti lomba.

Mereka yang berhasil meraih juara adalah Daniel (Tuna Daksa) merebut juara lomba meringkas buku, dan Kesi (Tuna Daksa) berhasil menjadi juara lomba bercerita. Ia menilai, Festival dan Lomba Literasi ABK salah satu lomba yang bergengsi, karena daya baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya.

Ia mengaku, Yayasan Anak Mandiri menjadikan kegiatan membaca menjadi program pendidikan yang rutin dilakukan peserta didiknya selain belajar mata pelajaran lainnya. Anak berkbutuhan khusus yang dinilai miskin bahasa, bisa berbicara dengan mengikuti latihan yang tepat dan intensif."Kami berusaha untuk meningkatkan kemampuan dasar peserta didik, dan memanfaatkan sisa pendengaran mareka bisa berkomunikasi secara verbal," imbuhnya. (satibi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook