Entaskan Kemiskinan Lewat Budidaya Ikan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 27 Februari 2019 - 12:47:16 WIB   |  dibaca: 100 kali
Entaskan Kemiskinan Lewat Budidaya Ikan

ARAHAN : Walikota Tangsel Airin Rahmi Diany didampingi Kepala DKP3 Kota Tangsel Nur Slamet (kanan) saat memberikan arahan pada pelatihan budidaya ikan kepada ratusan warga di BPP DKP3 Kota Tangsel, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (26/2).

KOTA TANGSEL - Penyelenggaraan pelatihan budidaya ikan lele dan patin sepertinya menjadi andalan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3). Setelah sebelumnya berhasil melatih 50 kelompok warga kurang mampu hingga berhasil membudidaya ikan lele dan patin. Selasa (26/2), DKP3 kembali melatih ratusan warga untuk bubidaya ikan serupa.

Kepala DKP3 Kota Tangsel, Nur Slamet mengatakan, DKP3 Kota Tangsel sudah berhasil melatih dan membina 50 kelompok warga miskin untuk membudiyakan ikan lele dan patin. Saat ini, ekonomi 1000 warga dari 50 kelompok itu sudah mulai meningkat. “Jadi hingga saat ini sudah ada 50 kelompok yang berkembang.

Per kelompok beranggota 20 orang, berarti sudah ada 1.000 orang. Kalau saya bisa membantu 1.000 orang dari 80 ribu orang miskin yang ada di Tangsel. Berarti akan mengurangi angka kemiskinan di Tangsel,” kata Nur kepada wartawan di Balai Balai Penyuluh Pertanian (BPP) DKP3 Kota Tangsel, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.

Nur menegaskan, DKP3 berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Tangsel melalui program pengembangan perikanan. Program ini ditujukan kepada para kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) agar bisa meningkatkan produksi dan produktivitas usaha budidaya perikanan yang telah digelutinya. “Upaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan dengan memberikan stimulus bantuan berupa pelatihan, kunjungan, temu usaha maupun bentuk kegiatan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan budidaya lele dan patin yang sekarang dilaksanakan merupakan tindaklanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota pada tahun 2018 yang lalu. “Tujuan dilaksanakannya pelatihan budidaya ikan lele dan patin ini agar masyarakat memiliki keterampilan melakukan usaha budidaya ikan, apalagi narasumber yang dihadirkan berasal dari balai yang memang tugas dan fungsinya terkait erat dengan usaha budidaya ikan,” ujarnya.

Nur menambahkan, berdasarkan data dari DKP3 Tangsel, bahwa produksi ikan di kota Tangsel pada tahun 2018 sebesar 351,3 ton. Produksi ini mengalami kenaikan sebesar 80 persen dari sebelumnya sebesar 194,9 ton pada tahun 2017. “Saya berharap pengetahuan ini bisa berkembang, sehingga bisa sukses dalam membudidayakan ikan untuk menjadi konsumsi masyarakat Tangsel,” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan usaha budidaya perikanan merupakan salah satu sub sektor strategis dalam pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat Kota Tangsel. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan angka konsumsi ikan sekitar 30,72 kg perkapita per tahun maka dibutuhkan sekitar 46.080 ton ikan per tahun. “Ini merupakan potensi pasar yang cukup besar untuk menyalurkan hasil budidaya perikanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pembudidaya ikan di kota Tangsel. sehingga angka kemiskinan bisa diturunkan,” singkatnya. (imron).

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook