Dinsos Berikan Pelatihan Otomotif Bagi Korban Napza

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 27 Februari 2019 - 12:49:01 WIB   |  dibaca: 113 kali
Dinsos Berikan Pelatihan Otomotif Bagi Korban Napza

PROMOSI : Kepala Dinsos Wahyunoto Lukman (tengah berdiri) mengecek alat-alat praktik bengkel di sela-sela pelatihan, kemarin.

KOTA TANGSEL - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan pelatihan bengkel otomotif kepada 20 mantan korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) bertempat di Rumah Singgah, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Selasa (26/2).

Kepala Dinsos Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, menjelaskan, pembinaan dan rehabilitasi bagi pecandu Napza merupakan amanat dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Kita lakukan pembinaan dengan memberikan pelatihan otomotif untuk korban Napza, untuk penanggulangan kemiskinan, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk memulai usaha dengan membuka bengkel motor secara kelompok,” ungkap Wahyunoto saat ditemui di rumah singgah.

Wahyunoto mengungkapkan, peserta ini merupakan korban napza yang sudah kembali di tengah masyarakat. Namun, lanjutnya, mereka belum memiliki pekerjaan dan keterampilan, sehingga dinsos memberikan pelatihan selama dua minggu untuk mereka belajar otomotif.“Kita ingin memberikan peluang penghasilan mandiri untuk mereka, dengan memberikan bantuan alat bengkel otomotif yang mereka bisa manfaatkan untuk membuka usaha dirumah maupun ditempat lain bersama kelompok mereka,”jelas mantan sekretaris KPU Tangsel.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosialdan Korban Napza pada Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Tangsel, Hadiyana, menjelaskan, pelatihan otomotif ini dilaksanakan selama dua pekan dari 25 Februari hingga 15 Maret 2019, yang diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.

“Para peserta ini tidak hanya diberikan pelatihan, namun juga diberikan alat kompresor, alat-alat bengkel seperti obeng, tank dan lainnya, yang bisa dimanfaatkan mereka untuk membuka usaha,” jelasnya.Alat-alat tersebut diberikan per kelompok. Per kelompok terdiri dari empat orang. “Ada lima kelompok dan per kelompoknya ada empat orang,” singkatnya. (*/)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook