PTPN VIII vs Warga, Berebut Uang Rp11 Miliar

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 06 Maret 2019 - 12:56:38 WIB   |  dibaca: 1059 kali
PTPN VIII vs Warga, Berebut Uang Rp11 Miliar

MASIH PANJANG : Warga menyaksikan jalannya proses penitipan uang sengketa lahan Rp11 miliar di Pengadilan Negeri Rangkasbitung, kemarin.

RANGKASBITUNG - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII berebut uang pembebasan lahan Waduk Karian senilai Rp11 miliar dengan masyarakat di Blok Terbang, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kasus tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Rangkasbitung.

Warga merasa berhak mendapatkan ganti rugi dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian tersebut karena sudah turun temurun menggarap lahan. Adapun PTPN sendiri memiliki hak guna bangunan (HGU) di lokasi tersebut.

Iman Sampurna, kuasa hukum Paguyuban Warga Blok Terbang menuturkan, warga lebih berhak mendapatkan ganti rugi karena jauh-jauh hari sebelum PTPN datang, warga sudah menggarap lahan tersebut. "Sebelum dikelola PTPN, sudah digarap oleh warga secara turun-temurun. PTPN secara administrasi sebetulnya tidak memiliki HGU. emegang HGU sebetulnya PT Lingga Sari dari tahun 1982-2003.

Namun entah mengapa untuk pengelolaan HGU menjadi PT PN VIII. Kami tentunya dirugikan karena lahan sudah digarap secara turun-temurun sebelum ada PT Lingga Sari kini diklaim milik PTPN," katanya.

Iman menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi warga yang tergabung dalam paguyuban blok terbang melawan PTPN VIII. "Saat ini persidangan baru memasuki tahap penitipan uang dari balai besar ke Pengadilan Negeri Rangkasbitung. Kami optimis bisa memenangkan persidangan karena mengantongi bukti-bukti bahwa tanah tersebut sah menjadi milik warga.

Sementara PT PN hanya mengklaim saat tahu akan mendapatkan ganti rugi lahan terkena gusuran proyek Waduk Karian," katanya.Iman berharap Presiden RI Joko Widodo turun tangan dalam masalah sengketa lahan ini."Terlebih sengketa lahan terjadi di lokasi proyek strategis nasional. Yakni pembangunan Waduk Karian," katanya.

Sementara itu Asda I Pemkab Lebak Alkadri mengungkapkan, jumlah bidang lahan di Desa Pasir Tanjung sebanyak 41 bidang. "Dari jumlah tersebut sebanyak tiga bidang di blok terbang masih dalam proses sengketa. Untuk uang pemberian ganti ruginya dititipkan di pengadilan," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook