Pembunuh Anak Tiri Terancam Hukuman Seumur Hidup

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 13 Maret 2019 - 12:04:54 WIB   |  dibaca: 1077 kali
Pembunuh Anak Tiri Terancam Hukuman Seumur Hidup

DITANGKAP: Pelaku ditangkap warga saat berusaha melarikan diri usai menganiaya anak dan istrinya, pekan lalu.

SERANG - Hermawan (32), warga Kampung Ranca Gede, Desa Babakan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang terancam hukuman seumur hidup. Hermawan diduga telah membunuh anak tirinya, Junata (3), dan menganiaya istrinya, Jarmi (42), menggunakan celurit hingga terluka parah pada Senin (4/3) lalu.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, penyidik telah menetapkan Hermawan sebagai tersangka pembunuhan, sesuai pasal 80 ayat 3 undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun  2002 tentang perlindungan anak, juga pasal 338 dan 351 KUHP. "Ancaman hukumannya 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup," katanya kepada Banten Raya, Selasa (12/3).

Menurut Indra, Hermawan tidak sengaja membunuh anaknya saat berusaha menganiaya istrinya menggunakan celurit. Penganiayaan itu dilakukan oleh pelaku lantaran tersinggung pertanyaanya tidak dijawab oleh istri pelaku. "Pengakuannya itu kesal sama istrinya. Karena istrinya tidak menjawab pertayaan dia," ujarnya.

Indra mengungkapkan, saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkaranya. Awalnya, penyidik akan melakukan tes kejiwaan pelaku, namun dari hasil pemeriksaan, Hermawan dinyatakan sehat."Tidak (tes kejiwaan), karena dia sehat. Kemarin dia hanya syok saja (setelah menganiaya anak dan istrinya)," ungkapnya.

Indra menegaskan, penyidik juga baru melakukan pemeriksaan terhadap istrinya yang baru saja pulih dari luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Keterangan sebelumnya, Jarmi tidak mengetahui penyebab suaminya mengamuk. "Sudah bisa kita periksa, istrinya baru sembuh," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Pamarayan AKP Asroji mengatakan, dari hasil keterangan sementara yang diperoleh kepolisian, peristiwa penganiayaan hingga meninggal itu pertama kali diketahui oleh Nimah (45), tetangga korban yang mendengar suara teriakan Jarmi dari dalam rumahnya. Korban saat keluar rumah sudah berlumuran darah. "Menurut keterangan, istri dan anak di rumah, tiba-tiba pelaku datang dan membekap korban, kemudian dikalungi celurit. Dia teriak-teriak lari keluar," katanya.

Pelaku kemudian secara membabi buta membacok istri dan anak tirinya tersebut. Akibat kejadian itu, istrinya mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuhnya. Sedangkan anak tiri korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Istri pelaku mengalami luka di kepala, leher, di bawah ketiak dan tangan.

Setelah kejadian, sang istri dibawah ke Klinik Verena Medika di Desa Blokang. Sedangkan anaknya meninggal di lokasi.Asroji mengungkapkan, pelaku ditangkap oleh saat melarikan diri ke luar rumah mengarah ke proyek di Kawasan Industri Modern. Guna menghindari amuk massa, pelaku akhirnya di evakuasi ke Polres Serang. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook