Satpol PP dan PKL Pasar Lama Bersitegang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 16 Maret 2019 - 12:47:24 WIB   |  dibaca: 44 kali
Satpol PP dan PKL Pasar Lama Bersitegang

HAMPIR RICUH : PKL dan petugas satpol PP terlibat adu mulut dalam penertiban di Pasar Lama, Kota Serang, Jumat (15/3).

SERANG – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Lama bersitegang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang. Peristiwa itu bermula saat puluhan petugas Satpol PP menertibkan lapak-lapak PKL yang berada di bahu dan trotoar jalan sepanjang Jalan Maulana Hasanudin, Kota Serang, Jumat (15/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Pantauan Banten Raya di lokasi, mulanya penertiban yang dilakukan para petugas penegak peraturan daerah (perda) itu berlangsung kondusif. Satpol PP menertibkan lapak-lapak PKL yang berada di bahu dan jalan Maulana Hasanudin. Lapak-lapak PKL seperti gerobak, terpal, bambu yang ditertibkan diangkut ke bak mobil dalmas Satpol PP. Bagi PKL yang mau memindahkan dagangannya Satpol PP mempersilakan untuk dipindahkan.

Namun di saat penertiban sedang berlangsung, suasana menjadi tegang saat salah satu petugas Satpol PP bernama Saepul Anwar mencak-mencak saat melakukan penertiban di hadapan PKL sambil berkata, “Sudah diperingatkan berkali-kali disuruh mundur-mundur. Masih aja bandel. Anggota saya disepelekan. Siapa bekingnya? Mau LSM kek, mau wartawan kek, saya ga takut! karena saya dilindungi hukum,” ketus Saepul, seraya meninggalkan PKL.

Sikap dan pernyataan Saepul Anwar itu membuat para PKL gerah termasuk salah satu pedagang bernama Suhaemi naik pitam. Lantas perang mulut pun tak terhindarkan.  Aksi cekcok mulut antara Suhaemi dan Saepul mendapat perhatian dari PKL dan petugas Satpol PP yang berada di lokasi, termasuk Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Luthfi ikut melerai.

Saat diwawancarai wartawan, Suhaemi mengatakan bahwa dirinya tidak suka dengan cara dan sikap Saepul Anwar yang bertindak tidak sopan kepada PKL saat melakukan penertiban. “Saya gak suka dengan caranya. Kalau mau ditertibkan iya baik-baik. Jangan kasar gitu. Saya bukannya gak mau pindah. Tapi beresin dulu yang di dalam.

Saya kan cuma minta kebijaksaan aja selama yang di dalamnya belum beres,” ketusnya.“Tolong pak, bapak sebagai pimpinannya bilangin tuh ke Pak Saepul,” seru Suhaemi kepada Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Luthfi.

Setelah mendapatkan pengarahan oleh petugas Satpol PP dan masyarakat, para PKL pun akhirnya kembali ke lapaknya masing-masing.Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Lutfhi menjelaskan, penertiban PKL Pasar Lama merupakan agenda rutin pihaknya karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2010 tentang K3 (Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan) dan pasal 29 poin d dilarang berjualan di trotoar, bahu jalan, ruang terbuka, dan tempat umum bukan untuk peruntukkannya.

“Selamanya akan kita tertibkan pelanggar perda.Ini bukan 100 hari kerja Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota. Karena ini tugas rutin kita. Bahu jalan dan trotoar itu tidak boleh digunakan untuk berjualan,” ujar Maman, di lokasi.

Ia menilai, perang mulut petugasnya dengan perwakilan PKL hal yang wajar dalam setiap penertiban. “Bukan ngadu mulut. Itu argumentasi, negosiasi supaya diberikan keleluasan untuk berjualan. Makanya kita pendekatan persuasif tidak menggunakan aturan selama itu tidak sampai menggunakan bahu jalan kita lakukan. Tapi alhamdulillah tadi tidak terjadi sesuatu," katanya.

Saat disinggung masih ada PKL Pasar Lama yang menggunakan trotoar untuk berjualan, Maman menyatakan bahwa Pasar Lama tengah dilakukan penataan oleh OPD terkait, sehingga pihaknya masih menunggu tahap penyelesaiannya.“Di trotoar selama ini diberikan keleluasaan dulu selama penataan Pasar Lamanya belum selesai. Nanti kalau sudah selesai kita dorong ke belakang,” katanya.

Maman berjanji tetap akan menugaskan petugas Satpol PP di kawasan Pasar Lama, bahkan kembali melakukan penertiban bila masih ada yang melanggar Perda nomor 10 tahun 2010 tentang K3. “Ada tidak ada kami tetap operasi dan patroli,” tutupnya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook