Caleg PPP Banten Resah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 16 Maret 2019 - 12:49:57 WIB   |  dibaca: 102 kali
Caleg PPP Banten Resah

TAK KAPOK : Petugas KPK membawa Romahurmuziy ke Jakarta melalui Bandara Juanda, Surabaya setelah sebelumnya diperiksa di kantor Tindak Pidana Korupsi Polda Jatim Surabaya, Jumat (15/3).

SERANG – Penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy oleh KPK membuat calon anggota legislatif (caleg) parpol berlambang kabah itu di Banten resah. Mereka khawatir peristiwa itu akan berpengaruh terhadap perolehan suara pada Pemilu 2019.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Banten Iskandar mengaku, ada dampak psikologi menyusul penangkapan ketua umumnya. Sebab, kejadian itu berlangsung menjelang pelasakaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang tinggal satu bulan lagi. "Jujur saja, semua caleg di daerah (Banten) resah dan terkejut mendengar ketua umum kami ada tersandung dengan KPK. Kami prihatin," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (15/3).

Ia menegaskan, meski ada keresahan namun hal tersebut hal tersebut tak menurunkan semangat mereka menghadapi pemilu. Dia masih optimistis target-target yang dicanangkan untuk pileg dan pilpres bisa tercapai."Untuk pada pileg ini kan lebih kepada ketokohannya.

Ada pengaruhnya hanya tidak seberapa. Tetapi ini kan kejadiannya baru saja terjadi, dampak pengaruh atas raihan caleg PPP atau dukungan partai kami ke capres dan cawapres nomor urut 01 akan diketahui beberapa hari ke depan," katanya.

Iskandar juga memastikan, PPP Banten akan tetap solid dan memberikan dukungan penuh kepada Romy yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik KPK. "Kami minta doanya semuanya agar dimudahkan," ungkapnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Untirta Suwaib Amiruddin menilai, penangkapan Romy tak akan berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara di Banten. Sebab, pengaruh sosok caleg pada pileg lebih dominan dibanding citra parpol. “Kalau di Banten sebenarnya basis massanya sudah kuat. Kalau dibilang ada pengaruhnya dengan penangkapan itu sebenarnya tidak terlalu signifikan. Caleg hari ini sudah bergerilya itu, sudah betul-betul dia pagari suaranya,” ujarnya.

Dosen FISIP Untirta itu menjelaskan, masyarakat juga sebetulnya sudah memiliki atau memantapkan pilihannya saat mendekati hari pemungutan suara. Dengan demikian, cukup sulit mengubah pilihan masyarakat walau dengan isu penangkapan petinggi parpol dari caleg jagoannya.

“Sebenarnya kalau bicara pergeseran suara dalam menit terakhir agak sulit. Masyarakat di periode itu sudah memegang teguh pilihannya untuk calon A atau calon B dan seterusnya. Masyarakat kita tidak mudah berbalik arah karena sudah dipegang oleh para caleg-caleg itu. Itu juga berlaku untuk pilpres (pemilihan presiden),” katanya.

Meski demikian, kata dia, tak bisa dipungkiri kasus yang menimpa petinggi partai akan memengaruhi pada citra parpolnya. “Memang kalau bicara PPP bagian dari partai Islam tentu itu akan menganggu dengan citra dan psikologi caleg. Kalau dari suara kemungkinan ada pergeseran tapi tidak signifikan untuk jangka pendek,” ungkapnya.

Untuk meminimalisasi pengaruh dari peristiwa tersebut, caleg mungkin harus bisa lebih menguatkan figurnya. Sosok caleg masih menjadi pertimbangan utama dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.  “Sekarang tergantung pada caleg yang sudah mengumpulkan suara dan massa di lapangan. Caranya bisa dengan memastikan (kepada pemilih) bahwa ini (kasus Romi-red) masih asas praduga tak bersalah. Ini belum ada inkracht, apa dia bersalah atau tidak,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada Pemilu 2014 lalu parpol berlambang Kabah untuk kursi DPRD Provinsi Banten berhasil mengamankan delapan kursi dengan perolehan 394.543 suara. Atas hasil itu, mereka juga mampu mengamankan kursi di pimpinan di lembaga wakil rakyat tersebut.

Terpisah, Ketua DPC PPP Pandeglang Entol Supriadi yakin jika penangkapan Ketua Umum PPP tidak berpengaruh terhadap suara pada Pemilu 2019 di Kabupaten Pandeglang. "Tidak akan. Paling suara yang kurang bagus itu terjadi di tingkat nasional dan daerah tidak akan menjadi imbas atas kasus itu," kata Entol dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (15/3).

Entol menjelaskan, suara partainya dalam kasus tersebut tidak berdampak besar. Alasannya, karena di Pemilu 2019 pendulang suara adalah sosok figur caleg. "Kita tidak terlalu dikhawatirkan dalam kemenangan di pemilu. Pemilu itu bagaimana sosok figur. Jadi kita optimistis suara PPP di Pandeglang tetap stabil," jelasnya.

Agar suara PPP di Pemilu tetap bagus, PPP sudah memiliki strategi khusus dengan lebih dekat bersama masyarakat. Entol pun sudah mengingatkan para kader untuk turun ke lapangan meyakinkan kepada masyarakat agar dapat memilih PPP. "Untuk mengamankan suara di pemilu tetap kita bekerja keras dengan turun langsung ke masyarakat, kalau kita gak dekat dengan masyarakat sangat susah untuk meraih suara yang diinginkan," imbuhnya.

Entol mengatakan, hingga saat ini PPP Pandeglang masih menunggu arahan dari pusat. "Kalau informasinya ketua umum ditangkap sudah tahu dari media, tapi kita sekarang lagi nunggu arahan dari pusat. Kita serahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak yang berwajib, kita tunggu saja keputusannya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Serang Heri Azhari mengaku sangat prihatin dengan penangkapan Romahurmuziy. Pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan PAC-PAC di Kabupaten Serang untuk menyikapi persoalan tersbeut. “Saya sangat prihatin dengan Ketum (ketua umum). Ini memang akan ada dampak tapi kita akan melakukan konsolidasi ulang menyikapi kejadian ini. Kita optimis partai kita masih diterima di masyarakat. Kita akan rapat dengan PAC sambil menunggu arahan dari DPW dan DPP,” kata Heri.

Namun dalam menyikapi persoalan tersebut, pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu keputusan hukum. “Kita akan juga mengimbau kepada PAC-PAC untuk mengamankan suara PPP dan bersama-sama menjaga partai kita ini. Kita tetap mengantisipasi,” ujarnya.

Sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak ketiga, yaitu sebanyak 65.000 lebih di Kabupaten Serang pada pemilu 2014 lalu, pihaknya optimis suara tersebut akan diraih kembali. “Insya Allah suara PPP masih bisa kita amankan, walaupun ada permasalahan yang menyangkut ketum,” tuturnya. (dewa/yanadi/tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook