Rebut Suara Milenial, DPP PKS Buat Film

nurul roudhoh   |   Politik  |   Senin, 18 Maret 2019 - 12:32:50 WIB   |  dibaca: 880 kali
Rebut Suara Milenial, DPP PKS Buat Film

KONSOLIDASI : Presiden PKS Sohibul Iman hadir pada pada acara konsolidasi pemenangan PKS, Minggu (17/3).

SERANG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten menggelar konsolidasi kader untuk menyambut kemenangan PKS pada pemilu 2019. Berbagai strategi pemenangan dipaparkan dalam kegiatan tersebut oleh Presiden PKS Sohobul Iman di antaranya penghapusan pajak kendaraan dan pembuatan film yang diharapkan dapat menarik para pemilih milenial.“Suara milenial pada 2019 ini jumlahnya sangat besar.

Saat ini kita sedang membuat film prosesnya sudah 80 persen, nama filmnya Story Eight karena PKS nomor 8 dan akan kita putar serentak se-Indonesia pada 8 April, tujuannya untuk menarik kaum milenial karena isi filmnya juga tentang kehidupan milenial,” kata Sohibul Iman, usai membuka acara di Swiss-Belinn Modern Cikande, Minggu (17/3).

Ia menuturkan, kader PKS di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Provinsi Banten harus bekerja keras untuk merebut suara rakyat karena pada pemilu tahun ini didominasi oleh pemilihan presiden (pilpres). “Pileg tidak banyak dibicarakan kerena masyarakat lebih banyak membicarakan pilpres karena kita tidak dapat efek ekor jas karena bukan sebagai pengusung capres dan wapres,” ujarnya.

Sohibul mengungkapkan, Banten masuk dalam basis PKS sehingga target perolehan suara harus di atas 12 persen. “Kami minta Banten harus di atas 12 persen karena Banten ini masuk basis. Kami mengimbau kepada seluruh kader PKS untuk mensosialisasikan program-program PKS kepada masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Provinsi Banten Miftahudin menargetkan perolehan suara PKS di Provinsi Banten sebanyak 14 persen. “Tentunya kita harus terus berusaha karena masih kalah dengan partai yang punya capres karena akan mendapat limpahan suara. Tapi Alhamdulillah ada keuntungan buat PKS ketika kunjungan kemana-mana tidak ada penolakan,” katanya.

Pihaknya pun mengusulkan kepada DPP PKS agar pemilu 2024 mendatang dipisahkan antara pilpres dengan pemilihan legislatif (pileg). “Kita dari DPW Banten mengusulkan agar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dipisah karena pemilihan legislatif menjadi tenggelam dan sepi di masyarakat. Pileg jadi kurang diminati dan tidak banyak dibicarakan,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook