Ratu Ubur-Ubur Dituntut 6 Bulan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 20 Maret 2019 - 15:09:01 WIB   |  dibaca: 1552 kali
Ratu Ubur-Ubur Dituntut 6 Bulan

SIDANG : Aisyah Tusalamah alias Ratu Ubur- Ubur mendengarkan pembacaan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (19/3).

SERANG - Aisyah Tusalamah alias Ratu Ubur-Ubur dituntut enam bulan kurungan penjara dikurangi masa tahanan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Serang saat menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (19/3). Aisyah yang terlibat dalam penodaan agama ini dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Sih Kanthi Utami mengatakan, Aisyah Tusalamah dianggap telah bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menyebar kebencian, baik individu, kelompok, agama, dan antar golongan atau sara."Kami berkesimpulan semua unsur Pasal 28 ayat 2, Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Tomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE terpenuhi dan menyatakan terdakwa bersalah.

Menjatuhkan pidana penjara dengan pidana penjara selama enam bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara," kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Erwantoni.Menurut Kanthi, mekipun menurut ahli kejiwaan Aisyah Tusalamah dinyatakan mengalami gangguan jiwa, dan perbuatannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, namun perbuatannya membuat video dan menguploudnya ke media sosial Facebook dilakukan dalam keadaan sadar.

"Terdakwa mengupload video agar dapat mempengaruhi dan mengikuti kepercayaan terdakwa, dengan demikian kesimpulan ahli dan fakta-fakta persidangan dan ahli bertentangan. Dengan demikian menurut kami perbuatan terdakwa dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada alasan untuk memaafkan atau membenarkan perbuatan terdakwa," ujarnya.

Aisyah mengupload empat video yang menimbulkan kecemasan dimasyarakat melalui akun Facebook bernama Muhamad Syah Ash dan Sin Shima Syaba atau Musa M One. Video pertama berdurasi 23 menit 23 detik. Dalam video itu Aisyah yang mengenakan kaos polos berwarna cokelat hitam itu memelesetkan kalimat syahadat.

Video kedua berdurasi 15 menit 56 detik. Dengan mengenakan kaus polos warna biru, Aisyah menyebut Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan. Aisyah kembali mengunggah video ketiga dengan durasi 14 menit 54 detik. Aisyah mengawinkan beberapa keyakinan dalam ajaran Islam.

Video terakhir Aisyah berdurasi 4 menit 28 detik. Ibu satu anak itu kembali mengucapkan kalimat yang dianggap berisi ujaran kebencian. Ratu kerajaan ubur-ubur itu menyatakan Nabi Muhammad berasal dari Indonesia.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah membuat resah masyarakat. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Terdakwa berterus terang sehingga tidak mempersulit proses persidangan," katanya.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, Aisyah Tusalamah melalui kuasa hukumnya, Srimurtini, menyatakan akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan tersebut. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (26/3) mendatang. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook