Ratu Ubur-ubur Minta Dibebaskan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 27 Maret 2019 - 12:22:27 WIB   |  dibaca: 1425 kali
Ratu Ubur-ubur Minta Dibebaskan

SIDANG: Ratu Ubur-ubur Aisyah Tusalamah (kanan) saat sidang pembacaan pledoi di hadapan majelis hakim PN Serang, kemarin.

Aisyah Tusalamah alias Ratu Ubur-ubur menyatakan pihaknya tidak bersalah dan harus bebas jeratan hukum dalam kasus penodaan agama. Hal tersebut disampaikan saat sidang pembacaan pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa, di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (26/3).

 Kuasa Hukum terdakwa Mufti Rahman mengatakan, terdakwa Aisyah Tusalamah dapat dijerat pasal 28 ayat 2, Jo pasal 45A ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), karena terdakwa mengalami gangguan kejiwaan."Menyatakan terdakwa tidak dapat dipersalahkan melakukan perbuatan yang didakwakan, karena keadaan jiwanya tidak normal," kata kuasa hukum kepada majelis hakim yang diketuai Erwantoni, disaksikan JPU Kejari Serang Edwar.

Mufti menjelaskan dari beberapa keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan, di antaranya ahli psikologi, ahli kejiwaan maupun saksi-saksi lainnya. Aisyah dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan berat dan perbuatannya tidak bisa di pertanggungjawabkan.  "Melepaskan dari segala tuntutan hukum," pintanya.

Sebelumnya, JPU Kejari Serang Sih Kanthi Utami mengatakan, Aisyah Tusalamah dianggap telah bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menyebar kebencian, baik individu, kelompok, agama, dan antar golongan atau sara.

"Kami berkesimpulan semua unsur pasal 28 ayat 2, Jo pasal 45A ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE terpenuhi dan menyatakan terdakwa bersalah. Menjatuhkan pidana penjara dengan pidana penjara selama enam bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara," katanya.

Menurut Kanthi, meskipun menurut ahli kejiwaan Aisyah Tusalamah dinyatakan mengalami gangguan jiwa, dan perbuatannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, namun perbuatannya membuat video dan menguploudnya ke media sosial Facebook dilakukan dalam keadaan sadar.

"Terdakwa mengupload video agar dapat memengaruhi orang dan mengikuti kepercayaan terdakwa, dengan demikian kesimpulan ahli dan fakta-fakta persidangan dan ahli bertentangan. Dengan demikian menurut kami perbuatan terdakwa dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada alasan untuk memaafkan atau membenarkan perbuatan terdakwa," ujarnya.

Setelah mendengarkan nota pembelaan, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (28/3) dengan agenda pembacaan replik atau jawaban penuntut (jaksa) atas pembelaan terdakwa dan langsung dilanjutkan dengan pembacaan putusan oleh majelis hakim. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook