Pengangguran di Lebak Cabuli Empat Anak

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Sabtu, 30 Maret 2019 - 12:00:54 WIB   |  dibaca: 1484 kali
Pengangguran di Lebak Cabuli Empat Anak

RANGKASBITUNG - Jajaran Satreskrim Polres Lebak menciduk AG (40), seorang pengangguran atas dugaan pencabulan terhadap empat anak perempuan berusia 6-10 tahun. AG diringkus di kediamannya di Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (29/3).

Kejadian itu terungkap dari pengakuan Bunga (bukan nama sebenarnya), kepada orangtuanya, Jumat (29/3). Bunga yang duduk di kelas 3 SD ini mengaku sakit di daerah kemaluannya gara-gara dipegangi AG. Orangtua Bunga yang mendengar penuturan polos itu pun berang. Hari itu juga, mereka langsung melapor ke Polres Lebak.

Tak butuh waktu lama, AG diciduk."AG diciduk di kediamannya. Setelah kita menerima laporan dugaan pencabulan dari orangtua korban," Kata Kepala Satreskrim Polres Lebak AKP Oka Nurmulia Hayatman di ruang kerjanya, Jumat (29/3).

Oka menuturkan, AG mengakui telah mencabuli sebanyak empat orang anak di bawah umur, tapi tidak sampai masuk ke persetubuhan. Kasatreskrim mengungkapkan, anak-anak yang menjadi korban pencabulan masih duduk di bangku TK dan SD. "Tempat kejadian di rumah kosong di sekitar Rangkasbitung.

Terkait kasus ini kami akan terus melakukan pendalaman," katanya."Tersangka bisa kita jerat dengan pasal 82 dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2002, Undang-Undang perlindungan anak. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kasatreskrim mengimbau kepada masyarakat yang masih memiliki anak di bawah umur untuk meningkatkan kewaspadaan. Tingkatkan pengawasan terhadap anak terutama saat berada di luar rumah."Tingkatkan kewaspadaan dan tak boleh lengah. Lalu jangan terlalu mudah percaya orang, sekalipun kenal tetap waspada," katanya.

I, salah satu orangtua korban tak habis pikir kenapa AG sampai tega melakukan perbuatan tersebut. "Anak saya mengeluhkan sakit dan bilang karena pelaku saat di rumah kosong. Saya sangat geram karena pelaku ini masih terbilang tetangga namun perbuatannya biadab dan proses hukum kami serahkan kepada pihak kepolisian," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook