Kasus Grup WA Fadhlin Diputuskan Pekan Ini

nurul roudhoh   |   Politik  |   Selasa, 02 April 2019 - 11:46:43 WIB   |  dibaca: 741 kali
Kasus Grup WA Fadhlin Diputuskan Pekan Ini

Diperiksa Bawaslu : Kepala Distanak Banten Agus Tauchid mengisi buku tamu di kantor Bawaslu Banten, kemarin.

SERANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten akan mengeluarkan putusan mengenai dugaan keterlibatan ASN sebagai tim sukses calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI M Fadhlin Akbar pada pekan ini. Lembaga pengawas itu tak menutup kemungkinan akan meneruskan kasus ini jika ditemukan ada unsur pidana.Seperti diketahui, seorang warga Kota Serang Firman Hakim melaporkan lima pejabat Pemprov Banten yang diduga terlibat dalam aksi dukung mendukung untuk Fadhlin,Selasa (19/3).

Dugaan itu muncul setelah mereka dikumpulkan dalam grup whatsapp (WA) dengan nama DPD RI utk Kang Fadlin WH. Fadhlin tak lain adalah putra dari Gubernur Banten Wahidin Halim.
Adapun lima terlapor adalah Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso. Kemudian Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten Endrawati.

Kasubag TU Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Serang-Cilegon Fathurrohman. Terakhir Kasubag TU KCD Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Pandeglang Asep Ubaidillah.

Bawaslu sendiri telah memanggil kelima terlapor. Fathurrohman dipanggil pada Selasa (26/3). Dari hasil pemeriksaan dia mengakui sebagai pembuat dan admin grup. Sehari setelahnya giliran Endrawati dan Asep menjalani pemeriksaan.

Hasilnya, mereka mengaku tanpa persetujuannya dimasukan dalam grup. Khusus untuk Endrawati, dia sempat memberikan komentar di grup karena belum sadar konten grup tersebut. Setelah sadar dia pun langsung meninggalkan grup tersebut. Demikian dengan Asep yang meninggalkan grup setelah mengetahui kontennya.

Untuk Agus dan Babar, mereka baru diperiksa kemarin, Senin (1/4) setelah sebelumnya mangkir pada panggilan pertama pada Rabu (27/3) dengan alasan dinas luar kota. Usai pemeriksaan, keduanya kompak mengaku, tak mengetahui mereka dimasukan ke grup tersebut karena dilakukan tanpa persetujuannya.  

Meski demikian mereka mengakui sempat meninggalkan komentar di sana namun langsung keluar ketika mengetahui maksud dan tujuan dibuatnya grup. “Enggak tahu dapat nomor saya dari mana, masukin-masukin saja. Setelah saya komen langsung saya keluar,” ujar Babar.

Sementara Agus mengaku, baru sadar grup itu berbau politik praktis setelah melihat konten dan anggotanya. “Saya enggak tahu, tiba-tiba saya dimasukan. Cuma dalam hitungan menit saya melihat, tiba-tiba grup itu sudah dihapus,” paparnya.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten Badrul Munir mengatakan, setelah menggali keterangan dari para terlapor pihaknya akan membuat kajian yang akan dijadikan bahan pengambilan putusan. Sesuai jadwal, petusan akan diambil pada pekan ini. “Rencananya iya, minggu ini ada hasilnya,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, kemarin.

Pria berlatar belakang sebagai advokat itu menuturkan, dalam mengambil keputusan pihaknya akan memertimbangkan segala aspek. Hal itu tak terkecuali jika Bawaslu mendapati adanya indikasi pidana. “Kita lihat apakah itu pelanggarannya administrasi atau kah ada pidana atau pelanggaran hukum lainnya. Nanti kita lihat mengarah kemana, nanti baru ditindaklanjuti berikutnya,” katanya.

Jika memang terdapat indikasi pidana, kata dia, maka Bawaslu akan meneruskannya ke arapat penegak hukum. Sementara jika hanya indikasi administrasi maka terlapor yang berstatus ASN itu akan direkomendasikan ke atasannya langsung maupun Komisi ASN (KASN).

“Kalau memang ada potensi pidana ya masuk ke tahap penyidikan, kita kirim ke kepolisian. Kalau administrasi tentu ada peringatan atau rekomendasi tergantung jenis administrasinya. Atau mungkin pelanggaran hukum lainnya misalnya, kita kirimkan ke pihak mana yang terkait pelanggaran hukum lainnya,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim memersilakan, Bawaslu untuk memeriksa jajarannya yang dilaporkan. Dia pun menegaskan akan menjatuhkan sanksi jika benar terbukti apa yang dituduhkan kepada mereka. “Silakan kita ikuti perkembangan di Bawaslu, terbukti atau tidak? Kalau terbukti ya ada sanksi. Sederhana saja, proses. Kalau emang enggak salah ya jangan diproses,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa WH itu menegaskan, kasus tersebut tak ada hubungan dengannya sama sekali. Dari informasi yang diterimanya, grup WA itu dibuat atas inisiatif Fathurrohman.
“Tanya saja bawaslu, buktikan. Apa ada saya menggerakan ASN. Itu mah ada inisiatif dari dinas. WA malam jam 00.00 dia bikin, daftar-daftar, pagi ada respons-respons (mengucapkan) selamat semoga terpilih, kan gitu. Jam 08.00 sudah dihapus lagi,” katanya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook