Enam TPS Cuma Dijaga Satu Polisi

nurul roudhoh   |   Politik  |   Jumat, 05 April 2019 - 15:13:16 WIB   |  dibaca: 644 kali
Enam TPS Cuma Dijaga Satu Polisi

CEK PASUKAN : Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi memimpin gelar pasukan pengamanan TPS, Kamis (4/4).

SERANG - Jumlah personel polisi yang mengawal tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah hukum Kota Serang sangat terbatas. Enam TPS kemungkinan besar hanya dijaga oleh satu polisi. Hal itu terungkap dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan TPS di Lapangan Mapolres Serang Kota, Kamis (4/4).

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi mengatakan, jumlah segitu pun sudah dibantu oleh anggota Polda Banten. Di Kota Serang terdapat 1.828 TPS, sementara jumlah petugas Polres Kota Serang ditambah bantuan dari Polda Banten hanya 750 personel. "Nanti masing-masing anggota ada yang menempati beberapa TPS, karena tidak mungkin menempati 1 TPS, tapi bisa 4 TPS bisa 6 TPS juga," katanya kepada Banten Raya.

Meski begitu, polisi akan mendapatkan bantuan dua petugas perlindungan masyarakat (linmas) dan Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)."Kita dibantu 2 linmas 1 TPS, jadi tinggal dikalikan saja dengan jumlah TPS di Kota Serang. Personil TNI ada 200 anggota 150 dari Korem dan Kodim serta 50 personil dari Batalion 3602," ujarnya.

Lebih lanjut, Firman mengungkapkan, pihaknya akan memberikan sikap berbeda kepada TPS yang dianggap rawan konflik  Satu personil akan khusus menjaga TPS tersebut."Sudah kita petakan, dimana tempat-tempat TPS yang rawan itu indikatornya masalah kejadian yang lalu. Mulai dari penyelenggara, TPS yang berdekatan dengan kaum radikal dan TPS khusus seperti rumah sakit dan lapas. Pasti ada anggota khusus," ungkapnya.

Irwasda Polda Banten Kombes Pol I Nyoman Labha Suradnya mengatakan, sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, seluruh anggota Polri harus menjaga netralitas dan tidak berpihak terhadap salah satu pasangan capres-cawapres, caleg ataupun partai tertentu. "Yang kita tekankan yaitu netralitas, kita sebagai aparat kepolisian wajib bersifat netral baik dari golongan maupun segala calon. Baik di medsos maupun tutur kata," katanya.

Nyoman juga meminta anggota kepolsian dapat menjaga sikap, sebagai bukti menjaga netralitas anggota Polri. Sebab tugas pokok Polri adalah salah satunya sebagai pelayan masyarakat. "Kita berada di era teknologi informasi, sehingga rekan-rekan saat bermedsos maupun berucap selalu berpedoman pada netralitas, jangan ada ucapan, perilaku atau sharing-sharing yang mengindikasikan dukungan salah satu paslon, terutama Pilpres," pintanya.

Nyoman menjelaskan dalam pelaksanaan pengamanan TPS, anggota kepolisian dilarang memasuki TPS, karena polisi dibatasi area tugasnya. Petugas diperbolehkan memasuki area dalam jika diminta Panitia Pemungutan Suara (PPS)."Untuk anggota di TPS sudah jelas mengamankan TPS. Ada di luar garis. Nanti kalau KPPS meminta bantuan baru masuk ke sana. Anggota tidak mencatat (hasil pencoblosan) berapa jumlahnya. Hanya mengamankan TPS nya. Itu (mencatat) bukan wewenang anggota kepolisian," jelasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook